Cara Mengetahui Kondisi Busi Motor dari Warna dengan Tepat
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengetahui kondisi busi motor dari warna merupakan metode sederhana yang bisa digunakan untuk mendeteksi kinerja mesin secara visual.
Dikutip dari laman vikingbags.com, warna elektroda busi dapat menunjukkan campuran bahan bakar dan udara yang digunakan.
Tanpa perlu alat khusus, cukup melepas busi dan mengamati warnanya, maka dapat diketahui apakah mesin bekerja dengan normal, terlalu boros, atau justru mengalami masalah pembakaran.
Cara Mengetahui Kondisi Busi Motor dari Warna
Cara mengetahui kondisi busi motor dari warna juga menjadi langkah awal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Setiap warna pada busi, seperti coklat muda, hitam pekat, putih pucat, hingga hijau berkarat, memiliki arti tersendiri yang mencerminkan situasi dalam mesin.
Dengan memahami arti warna-warna ini, pemeriksaan busi bisa menjadi bagian dari perawatan rutin agar performa motor tetap optimal dan irit bahan bakar.
1. Warna Abu-abu atau Coklat Muda – Tanda Normal
Jika busi memiliki warna coklat muda atau abu-abu terang di bagian ujung elektroda, ini menandakan proses pembakaran berlangsung normal.
Campuran udara dan bahan bakar berada dalam proporsi ideal. Mesin berada dalam kondisi baik dan efisiensi bahan bakar pun tetap terjaga.
2. Warna Hitam Pekat – Terlalu Kaya Bahan Bakar
Busi yang menghitam pekat menunjukkan campuran bahan bakar terlalu banyak (rich). Kondisi ini bisa disebabkan oleh filter udara kotor atau setelan karburator yang tidak tepat. Efeknya, konsumsi bensin menjadi boros dan pembakaran tidak sempurna.
3. Warna Putih Pucat – Terlalu Kurus (Lean)
Jika ujung busi berwarna putih atau abu pucat, ini menandakan bahwa bahan bakar terlalu sedikit dibanding udara. Mesin bisa cepat panas dan rentan mengalami overheat. Penyebabnya bisa berupa kebocoran udara atau setelan bahan bakar terlalu minim.
4. Warna Basah dan Berminyak – Tanda Kebocoran
Busi yang basah bisa jadi akibat oli atau bensin yang tidak terbakar. Jika karena oli, kemungkinan ada kerusakan pada ring piston atau seal klep. Jika karena bensin, sistem pengapian kemungkinan gagal memercikkan api.
5. Warna Hijau atau Karat – Gejala Korosi
Warna kehijauan atau karat menunjukkan kelembapan tinggi atau air yang masuk ke ruang bakar. Jika dibiarkan, korosi bisa merusak komponen dan mengganggu pengapian.
Demikian cara mengetahui kondisi busi motor dari warna. Pemeriksaan warna busi setiap 5.000 km sangat dianjurkan untuk menjaga performa motor dan mencegah kerusakan serius di kemudian hari. (Arf)
Baca juga: Ciri Busi Motor Bermasalah, Kenali 4 Tanda Ini