Konten dari Pengguna

Perbedaan Pelican Crossing dan Zebra Crossing untuk Pejalan Kaki

H

Hendra Mahesa Wardana

Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan pelican crossing dan zebra crossing untuk pejalan kaki. Foto: Unsplash.com/Edwin Petrus
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan pelican crossing dan zebra crossing untuk pejalan kaki. Foto: Unsplash.com/Edwin Petrus

Perbedaan pelican crossing dan zebra crossing sering menjadi topik penting ketika membicarakan keselamatan pejalan kaki di jalan raya.

Dua istilah tersebut memang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di berbagai kota besar dan masih membuat masyarakat bingung terhadap perbedaan keduanya.

Banyak masyarakat membutuhkan pemahaman yang lebih jelas mengenai konsep kedua fasilitas itu untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas yang lebih baik.

Perbedaan Pelican Crossing Dan Zebra Crossing

Ilustrasi perbedaan pelican crossing dan zebra crossing untuk pejalan kaki. Foto: Unsplash.com/Rita Chou

Perbedaan pelican crossing dan zebra crossing terletak pada aspek sejarah, fungsi, serta sistem yang digunakan dalam mendukung keselamatan.

Mengutip dari dishub.acehprov.go.id, zebra crossing pertama kali diperkenalkan di Slough, Inggris pada awal dekade 1950-an sebagai hasil uji coba pemerintah setempat untuk menambah keamanan pejalan kaki.

Eksperimen itu melahirkan marka berwarna hitam dan putih mencolok di permukaan jalan yang dirancang agar pengendara segera mengenali tempat khusus penyeberangan.

Desain sederhana yang kemudian diberi nama zebra ini terbukti efektif, karena langsung mengingatkan pada pola tubuh hewan yang sangat dikenal luas.

Pelican crossing pada awalnya bernama pelicon, singkatan dari pedestrian light controlled crossing, yang berarti penyeberangan dengan lampu lalu lintas.

Sebutan tersebut kemudian dipelesetkan menjadi pelican agar lebih mudah diingat publik Inggris, mengikuti pola penamaan sarana penyeberangan yang menyerupai hewan.

Sistem ini hadir bukan hanya sebagai marka di atas aspal, melainkan dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas, tombol untuk difabel, serta pengeras suara yang membantu setiap pejalan kaki menyeberang dengan aman.

Fasilitas tambahan itu membuat pengendara wajib berhenti total ketika lampu khusus bagi penyeberang telah menyala.

Zebra crossing memberikan tanda visual yang sederhana namun sangat penting karena keberadaannya menjadi penanda hak pejalan kaki di tengah arus kendaraan.

Marka ini memerlukan kepatuhan pengemudi untuk memperlambat laju ketika mendekati garis putih dan hitam, meskipun tidak ada lampu pengatur yang mengatur secara otomatis.

Tingkat efektivitas zebra crossing sangat bergantung pada kesadaran bersama untuk menghargai hak sesama pengguna jalan.

Dengan demikian, fungsi utamanya adalah simbol keselamatan sekaligus aturan tidak tertulis yang menuntut tanggung jawab sosial setiap pengendara.

Pelican crossing membawa konsep yang lebih modern karena memberi kontrol waktu melalui lampu lalu lintas khusus yang dioperasikan otomatis atau manual.

Pejalan kaki bisa menekan tombol untuk menghentikan kendaraan, sementara suara panduan akan membantu tunanetra agar tetap aman.

Teknologi ini membuat pengalaman menyeberang menjadi lebih teratur, karena seluruh arus lalu lintas berhenti sejenak hingga lampu berganti warna.

Peran pelican crossing menekankan bahwa keselamatan publik tidak hanya ditentukan oleh kesadaran pribadi, tetapi juga oleh perangkat sistem yang dirancang secara teknis.

Oleh sebab itu, perbedaan pelican crossing dan zebra crossing memperlihatkan bagaimana sejarah, desain, serta teknologi berkembang untuk meningkatkan keamanan penyeberangan.

Dua fasilitas ini pada akhirnya saling melengkapi karena tujuan utamanya tetap satu, yaitu melindungi pejalan kaki. (Khoirul)

Baca Juga: Cara Buka Jok Fazzio dengan Praktis untuk Pemula