4 Cara Mengenali Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang Ada Sejak Abad ke-7

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan bercorak kebudayaan India tertua ketiga setelah Kutai dan Tarumanegara. Kerajaan ini diketahui sudah ada sejak abad ke-7. Buktinya adalah catatan seorang pendeta Tiongkok, I Tsing, yang menceritakan bahwa ia tinggal di Sriwijaya selama 6 bulan pada tahun 671 M.
Keberadaan Sriwijaya juga dibuktikan lewat peninggalan-peninggalan sejarah lainnya. Pertanyaannya, bagaimana cara mengenali peninggalan kerajaan Sriwijaya? Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Prasasti Menggunakan Bahasa Melayu
Merujuk buku Sriwijaya, Sebuah Kerajaan Masa Lalu di Asia Tenggara oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, prasasti yang ditinggalkan kerajaan Sriwijaya menggunakan bahasa Melayu Kuno. Berikut beberapa prasastinya:
Prasasti Talang Tuo
Hujung Langit
Prasasti Kota Kapur
Prasasti Telaga Batu
Prasasti Karang Berahi
Penggunaan bahasa Melayu Kuno menunjukkan bahasa Sriwijaya menguasai Kepulauan Melayu. Sementara itu, prasasti-prasasti Kutai dan Tarumanegara masih menggunakan bahasa Sansekerta, bahasa tingkat tinggi yang hanya dikuasai bangsawan dan kaum agamawan India kuno.
2. Peninggalan Berasal dari Abad ke-7
Ketika menemukan peninggalan sejarah seperti prasasti, para ahli akan mengecek usia rangkanya. Jika berasal dari masa kekuasaan Sriwijaya, yakni abad ke-7 hingga 13 M, maka kemungkinan besar termasuk peninggalannya. Berikut beberapa prasasti yang berasal dari masa pemerintahan Sriwijaya:
Prasasti Kedukan Bukit, berangka tahun 683 M
Prasasti Talang Tuo, ditulis sekitar tahun 684 M
Prasasti Telaga Batu, diperkirakan dari tahun 585 M
Prasasti Hujung Langit, diperkirakan dari tahun 997 M
3. Peninggalan Ditemukan di Kawasan Kekuasaan Sriwijaya
Merangkum Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10 susunan Windriati, S.Pd., Kerajaan Sriwijaya terletak di tepi Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Kekuasannya tersebar hingga Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, dan Kamboja.
Jadi, peninggalan-peninggalan Sriwijaya ditemukan di wilayah tersebut. Contohnya seperti:
Prasasti Kedukan Bukit, ditemukan pada 29 November 1920 oleh M. Batenburg di tepi sungai Tatang, Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 llir, Palembang, Sumatera Selatan.
Prasasti Karang Berahi, ditemukan oleh Kontrolir L.M. Berhout pada tahun 1904 di tepi Batang Merangin, Dusun Batu Bersurat, Desa Karang Berahi, Pamenang, Merangin, Jambi.
Prasasti Kota Kapur, ditemukan di Pulau Bangka bagian barat oleh J.K Van der Meulen pada tahun 1892.
Prasasti Palas Pasemah, ditemukan warga desa pada tahun 1956 di pinggiran rawa Desa Palas Pasemah, Lampung.
4. Prasasti Berisi Informasi tentang Kerajaan Sriwijaya
Merangkum buku Seri Sejarah: Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Sriwijaya susunan Tim Kyta dan Oki, prasasti dari zaman Sriwijaya berisi informasi tentang kerajaan tersebut. Contohnya seperti berikut:
Prasasti Kedukan Bukit, menceritakan tentang berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Dikisahkan juga Dapunta Hyang, raja pertama yang melakukan perjalanan suci menggunakan perahu bersama ribuan prajurit.
Prasasti Talang Tuo, berisi informasi mengenai pembangunan Taman Srikseta atas perintah Dapunta Hyang untuk memberikan kemakmuran pada rakyat.
Prasasti Telaga Batu, berisi kutukan kepada siapa saja yang membangkang kepada raja, serta data mengenai penyusunan ketatanegaraan Sriwijaya.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Sriwijaya, dari Awal Terbentuk hingga Keruntuhannya
