4 Ciri-Ciri Organisasi Budi Utomo yang Jadi Pergerakan Nasional Pertama

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budi Utomo merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang didirikan pada 20 Mei 1908. Kelahiran organisasi ini dianggap sebagai cikal bakal munculnya gerakan perjuangan bangsa. Karena itu, hari lahirnya dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Dikutip dari buku IPS Terpadu (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) susunan Nana Supriatna dkk, Budi Utomo didirikan oleh Soetomo, seorang mahasiswa School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atau Sekolah Dokter Jawa atas anjuran dr. Wahidin Sudirohusodo.
Lantas, seperti apa ciri-ciri organisasi Budi Utomo yang membuatnya berbeda dengan organisasi pergerakan nasional lainnya? Simak selengkapnya di bawah ini.
1. Bersifat Kedaerahan
Dalam buku bertajuk Sejarah Pergerakan Nasional: Melacak Akar Historis Perjuangan Bangsa Indonesia dan Kiprah Kaum Santri dalam Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh Wahyu Iryana, dijelaskan bahwa organisasi Budi Utomo awalnya bersifat kedaerahan. Hal ini terlihat dari tujuannya, yakni:
Menyadarkan masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura tentang kedudukan mereka yang setara dengan kolonial Belanda.
Meningkatkan taraf hidup bangsa lewat kemajuan mata pencaharian.
Memperdalam kesenian dan kebudayaan.
2. Anggotanya Didominasi Golongan Tua
Budi Utomo sebenarnya organisasi pemuda atau pelajar, tapi setelah kongresnya yang pertama pada 5 Oktober 1908, organisasi ini jadi didominasi golongan tua. Bahkan, golongan tua itu dibiarkan mengambil peran pengurus.
Ketua Pengurus Besar yang pertama terpilih adalah R.T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar. Sedangkan anggota-anggotanya adalah pegawai atau mantan pegawai pemerintahan.
Keputusan memilih golongan tua ini diambil sebab cita-cita Budi Utomo mendapat dukungan semakin luas dari kalangan cendekiawan Jawa. Namun, banyak juga golongan muda yang tidak puas dengan perkembangan ini, sehingga memilih mengundurkan diri dari keanggotaan.
3. Awalnya Bergerak di Bidang Sosial
Awalnya, program Budi Utomo fokus di bidang sosial, karena saat itu Belanda melarang pendirian organisasi politik. Meski begitu, pada 1928, Budi Utomo menambahkan satu asas dalam perjuangannya, yaitu “ikut berusaha melaksanakan cinta-cita bangsa Indonesia”.
Hal tersebut merupakan suatu langkah maju, karena waktu itu gelora persatuan telah berkumandang di seluruh Indonesia. Kemudian, organisasi ini bertransformasi dan tidak terbatas lagi untuk etnis Jawa saja. Pada 1930-an, Budi Utomo pun membuka keanggotaannya untuk semua golongan suku bangsa.
4. Dikategorikan sebagai Organisasi Moderat
Pemerintah kolonial tidak melihat Budi Utomo sebagai organisasi radikal, melainkan organisasi yang moderat. Di mata mereka, organisasi radikal merupakan organisasi yang dengan tegas menunjukkan aksi perlawanan terhadap pemerintah kolonial dan menyatakan keinginan merdeka.
Sedangkan organisasi moderat merujuk pada organisasi yang mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial. Oleh karena Budi Utomo termasuk ke dalam organisasi yang moderat, karena banyak anggotanya yang duduk dalam Dewan Rakyat (Volksraad), yakni lembaga penasihat dan semi-legislatif untuk Hindia Belanda. Volksraad kerap dianggap sebagai bentuk “demokrasi semu”.
Baca Juga: Tokoh Pendiri Budi Utomo dan Perannya dalam Kebangkitan Nasional
