Konten dari Pengguna

5 Cara Mengukur Kelembaban Udara dengan Sederhana

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alat untuk mengukur kelembaban udara. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alat untuk mengukur kelembaban udara. Foto: Pexels

Mengukur kelembaban udara sangat penting untuk berbagai keperluan, mulai dari menjaga kesehatan, kenyamanan ruangan, hingga mendukung aktivitas pertanian. Kelembaban udara adalah jumlah kandungan uap air yang ada di atmosfer pada suatu waktu. Bagi orang awam, mungkin terdengar sulit untuk mengukur kelembaban udara. Padahal, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan, baik dengan bantuan alat maupun dengan metode manual yang tidak membutuhkan teknologi canggih. Berikut panduan lengkap cara mengukur kelembaban udara dengan sederhana.

Daftar isi

1. Menggunakan Hygrometer

Cara paling umum dan mudah adalah dengan hygrometer, yaitu alat khusus untuk mengukur kelembaban udara. Hygrometer tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari model analog hingga digital yang lebih akurat.

Hygrometer digital biasanya dilengkapi juga dengan pengukur suhu, sehingga praktis untuk mengetahui kondisi ruangan. Sementara itu, hygrometer analog menggunakan jarum penunjuk dengan prinsip kerja berdasarkan perubahan fisik atau kimia akibat uap air di udara.

Menurut penjelasan dari Environmental Protection Agency (EPA), menjaga kelembaban ruangan dengan alat seperti hygrometer dapat membantu mencegah berkembangnya jamur dan menjaga kesehatan pernapasan.

2. Metode Psychrometer (Termometer Basah dan Kering)

Bila tidak memiliki hygrometer, metode psychrometer bisa jadi pilihan sederhana. Caranya cukup menggunakan dua termometer, yakni termometer kering dan basah.

Termometer kering digunakan dengan cara dibiarkan terbuka untuk mengukur suhu udara, sementara termometer basah dibungkus dengan kain lembap.

American Meteorological Society menerangkan, selisih suhu antara hasil keduanya kemudian dihitung. Semakin besar perbedaan, semakin rendah kelembaban udara. Untuk mengetahui nilai pasti, biasanya digunakan tabel psychrometric.

3. Cara Gelas dan Es Batu

Metode penelitian ini sering digunakan untuk percobaan sederhana dalam mengukur kelembaban udara. Berikut caranya:

  1. Siapkan gelas berisi air dingin dan es batu.

  2. Letakkan di ruangan dengan suhu normal.

  3. Amati dinding luar gelas.

Smithsonian Science Education Center memberitahukan bahwa jika permukaan gelas cepat berkabut atau berembun, tandanya kelembaban udara cukup tinggi. Sebaliknya, jika tidak muncul embun atau butuh waktu lama, berarti kelembaban relatif rendah.

4. Menggunakan Tanaman sebagai Indikator

Tanaman bisa menjadi indikator alami kelembaban udara. Jika daun tanaman cepat layu atau tanah cepat kering, kemungkinan kelembaban udara rendah. Sebaliknya, jika jamur sering muncul pada tanah pot atau dinding, itu menandakan kelembaban cukup tinggi. Menurut penelitian dari Journal of Environmental Horticulture, tingkat kelembaban sangat berpengaruh pada kesehatan tanaman indoor.

5. Aplikasi Smartphone

Beberapa smartphone kini telah memiliki sensor kelembaban. Namun jika ponsel Anda tidak didukung dengan fitur ini, ada aplikasi cuaca yang dapat menampilkan informasi kelembaban udara secara real-time berdasarkan data satelit dan stasiun cuaca. Meski tidak seakurat pengukuran langsung, cara ini cukup praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Baca juga: Cara Membedakan Angin Darat dan Angin Laut di Wilayah Pesisir

(NDA)