Konten dari Pengguna

Cara Membedakan Angin Darat dan Angin Laut di Wilayah Pesisir

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi angin di wilayah pesisir. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi angin di wilayah pesisir. Foto: Unsplash

Angin darat dan angin laut merupakan fenomena alam yang umum terjadi di wilayah pesisir. Angin darat bertiup pada malam hari dari daratan menuju laut, sedangkan angin laut berhembus pada siang hari dari laut menuju daratan. Cara membedakan angin darat dan angin laut dapat dikenali melalui arah tiupan, waktu terjadinya, penyebab, hingga kecepatannya. Simak pembahasan lengkapmya di bawah ini.

Daftar isi

1. Arah Tiupan Angin

Perbedaan utama antara angin darat dan angin laut dapat dilihat dari arah hembusannya.

  • Angin darat: Jenis angin yang bertiup dari daratan ke lautan.

  • Angin laut: Jenis angin yang bertiup dari lautan ke daratan.

2. Waktu Terjadi

Selain arah, waktu terjadinya juga menjadi pembeda yang jelas.

  • Angin darat: Muncul pada malam hingga dini hari saat suhu darat lebih dingin dibanding laut.

  • Angin laut: Muncul pada pagi hingga sore hari ketika matahari lebih menghangatkan permukaan laut daripada daratan.

3. Penyebab

Menurut buku Ensiklopedia Sains (Dalam Kehidupan Sehari-hari) karya Nida'ul Khairiyah, penyebab terjadinya angin ini berbeda karena hal berikut ini:

  • Angin darat: Terjadi karena udara di daratan pada malam hari lebih cepat dingin dibanding udara di laut. Udara dingin dari daratan bergerak menggantikan udara yang naik di atas lautan, sehingga tercipta aliran dari darat ke laut.

  • Angin laut: Terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada lautan. Udara panas di daratan naik, lalu digantikan udara dingin dari lautan sehingga terbentuk aliran dari laut ke darat.

4. Manfaat Angin

Angin darat dan angin laut memberikan manfaat besar, terutama bagi nelayan di wilayah pesisir.

  • Angin darat: Membantu nelayan berlayar ke laut pada malam hari.

  • Angin laut: memudahkan nelayan kembali ke daratan pada pagi hingga sore hari, karena tiupannya mendorong perahu menuju darat.

5. Kondisi Suhu dan Tekanan Udara

Dalam buku Angin Puting Beliung karya Febby Mutiara Rahayu, dijelaskan bahwa perbedaan suhu menimbulkan perbedaan tekanan udara. Udara akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum).

  • Angin darat: Suhu laut lebih tinggi daripada daratan, sehingga tekanan udara di darat lebih tinggi dan di laut lebih rendah. Akibatnya, udara bergerak dari darat menuju laut.

  • Angin laut: Suhu daratan lebih tinggi dibanding lautan, sehingga daratan menjadi pusat tekanan minimum dan lautan pusat tekanan maksimum. Hal ini menyebabkan udara bergerak dari laut menuju darat.

6. Kecepatan Angin

Kekuatan hembusan angin darat dan angin laut juga berbeda. Menurut laman National Oceanic and Atmospheric Administration, berikut perbedaannya:

  • Angin darat: Umumnya berhembus ringan dan lembut.

  • Angin laut: Relatif lebih kuat dan terasa jelas.

Baca Juga: Ciri-Ciri Awan Cirrus, Cumulus, dan Stratus di Langit

(SA)