5 Ciri-Ciri Perubahan Fisika yang Bisa Diamati di Sekitar

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan fisika adalah bentuk perubahan pada zat yang hanya memengaruhi wujud atau fisiknya saja. Ciri-ciri perubahan fisika yang utama adalah tidak menghasilkan zat baru. Artinya, meskipun terjadi perubahan, zat tersebut tetap memiliki sifat dasar yang sama. Simak pembahasan selengkapnya seputar perubahan fisika dan contohnya di kehidupan sehari-hari pada artikel di bawah ini.
1. Hanya Terjadi Perubahan Wujud
Perubahan fisika biasanya hanya melibatkan perubahan wujud suatu benda. Mengutip buku Hakikat Hidup Manusia Berdasarkan Konsep Sebab Akibat karya Sutomo, perubahan wujud dalam perubahan fisika antara lain:
Pencairan: perubahan zat padat berubah menjadi cair dengan bantuan energi panas.
Pembekuan: perubahan zat cair berubah menjadi padat dengan melepaskan energi panas.
Penyubliman: perubahan zat padat berubah langsung menjadi gas dengan tambahan energi panas.
Pengembunan: perubahan zat gas berubah menjadi cair dengan melepaskan energi panas.
Penguapan: perubahan zat cair berubah menjadi gas karena pemanasan.
Pengkristalan: perubahan zat gas berubah menjadi padat dengan melepaskan energi panas.
2. Tidak Menghasilkan Zat yang Baru
Ciri perubahan fisika lainnya adalah tidak terbentuknya zat baru. Zat yang mengalami perubahan fisika tetap memiliki susunan molekul sama, hanya bentuk atau wujudnyasaja yang berbeda. Contohnya, air yang didinginkan akan membeku menjadi es. Meskipun wujudnya berubah dari cair menjadi padat, susunan molekul air tetap sama.
3. Dapat Kembali ke Bentuk Semula
Perubahan fisika bersifat reversibel (dapat dibalik). Hal ini dijelaskan dalam buku Perubahan Fisik dan Sifat Benda oleh Sulaiman. Benda yang telah mengalami perubahan fisika dapat kembali ke bentuk semula ketika belum mengalami perubahan. Misalnya, es yang meleleh menjadi air bisa dibekukan kembali menjadi es.
4. Perubahan Tekstur, Bentuk, Ukuran Benda
Selain wujud, perubahan fisika juga bisa berupa perubahan bentuk, ukuran, maupun tekstur. Tidak ada materi baru yang dihasilkan dari perubahan ini. Beberapa contoh perubahan fisika yang sering dijumpai di antaranya:
Kertas yang diremas.
Beras yang ditumbuk menjadi tepung.
Kayu yang dipotong menjadi meja.
Gula yang dilarutkan ke dalam air.
Benang yang ditenun menjadi kain.
Tanah liat yang dibentuk menjadi gerabah.
Biji kopi yang digiling menjadi bubuk kopi.
Tubuh lilin yang meleleh.
Air raksa yang menguap.
5. Sifat Partikel Masih Sama
Menurut buku Kimia Dasar Pertanian karya Suryani dkk., meskipun benda mengalami perubahan fisika, sifat partikelnya tetap sama. Perubahan ini bisa diamati dengan panca indera, misalnya perubahan bentuk, warna, atau tekstur, tanpa melibatkan reaksi kimia. Contohnya, kertas yang dilipat menjadi origami hanya berubah bentuk, tetapi sifat partikelnya tetap sama seperti kertas biasa.
Baca Juga: Cara Merancang Eksperimen Fotosintesis Sederhana yang Praktis dan Aman
(SA)
