Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Tsunami Kecil yang Sering Tidak Disadari

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tsunami kecil. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tsunami kecil. Foto: Pexels

Tsunami kecil seringkali luput dari perhatian masyarakat karena tanda-tandanya yang tidak sejelas bencana besar yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia. Padahal, ada ciri-ciri awal tsunami kecil yang bisa disadari sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kerugian. Apa sajakah itu? Di bawah ini akan diuraikan beberapa tanda awal tsunami kecil yang bisa kamu perhatikan.

Daftar isi

1. Getaran Tanah Halus yang Berlangsung Lama

Salah satu ciri tsunami kecil yang paling sering diabaikan adalah getaran tanah yang terasa halus namun berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Berdasarkan data dari NOAA's Office of Response & Restoration, karakteristik getaran gempa bumi yang dapat menjadi indikator awal terjadinya tsunami, di antaranya:

  • Getaran tanah yang terasa lembut namun konsisten selama lebih dari 20 detik.

  • Sensasi bergoyang yang tidak biasa, bahkan ketika sedang duduk atau berbaring.

  • Getaran yang membuat sulit untuk berdiri tegak namun tidak sampai menjatuhkan.

  • Bunyi berderik halus dari struktur bangunan atau furniture.

  • Rasa pusing atau mual yang tidak biasa saat berada di area pantai.

2. Perubahan pada Perilaku Air Laut

Perubahan perilaku air laut menjadi salah satu indikator paling akurat untuk mendeteksi tsunami kecil yang akan datang. Merujuk informasi dari Ready.gov, Berikut tanda-tanda perubahan air laut yang bisa jadi tanda akan munculnya tsunami:

  1. Air laut yang surut secara tidak biasa hingga memperlihatkan dasar laut lebih jauh dari normal.

  2. Munculnya pusaran air atau arus yang bergerak dengan pola aneh di sekitar pantai.

  3. Perubahan warna air laut menjadi lebih keruh atau berbusa tanpa adanya aktivitas ombak besar.

  4. Air yang naik perlahan namun konsisten melewati batas pasang normal.

  5. Ikan atau kehidupan laut yang tiba-tiba muncul ke permukaan dalam jumlah banyak.

3. Suara Alam yang Tidak Biasa dari Arah Laut

Menurut American Geosciences Institute, aktivitas laut yang abnormal dan tsunami yang mendekat menciptakan suara "gemuruh" yang keras mirip dengan kereta api atau pesawat jet. Jenis suara yang harus diwaspadai, yakni:

  • Gemuruh halus yang datang dari arah laut, mirip suara kendaraan berat di kejauhan.

  • Suara "hissing" atau desis yang tidak biasa dari arah pantai.

  • Hilangnya suara ombak normal yang biasa terdengar di area pantai.

  • Suara seperti angin kencang padahal cuaca sedang tenang.

  • Echo atau gema aneh yang terdengar dari arah laut terbuka.

4. Reaksi Hewan yang Mencurigakan di Sekitar Pantai

Hewan memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan alam dibandingkan manusia, termasuk dalam mendeteksi tsunami kecil. Berdasarkan penelitian dari NOAA Ocean Explorer, hewan mungkin benar-benar mendengar getaran tanah dari ribuan mil jauhnya yang terlalu halus untuk dirasakan manusia. Berikut perilaku hewan yang mengindikasikan bahaya tsunami:

  1. Anjing atau kucing yang tiba-tiba gelisah dan mencoba meninggalkan area pantai.

  2. Burung laut yang terbang menjauh dari pantai dalam formasi yang tidak biasa.

  3. Ikan yang melompat-lompat ke permukaan air atau terdampar di pantai.

  4. Hewan ternak yang menolak mendekati area pantai atau sumber air.

  5. Kuda atau hewan besar lainnya yang menunjukkan tanda-tanda panik tanpa provokasi.

5. Perubahan Tekanan Udara dan Kondisi Cuaca

Tsunami kecil seringkali didahului oleh perubahan tekanan udara yang sangat tak kentara namun dapat dirasakan oleh orang yang sensitif. Menurut Redwood Coast Tsunami Work Group, perubahan kondisi atmosfer di sekitar pantai yang bisa menjadi sistem peringatan dini alami, di antaranya:

  • Sensasi telinga "pop" atau tersumbat tanpa sebab yang jelas.

  • Perubahan kelembapan udara yang tiba-tiba terasa lebih berat atau ringan.

  • Angin yang berhenti secara mendadak padahal sebelumnya bertiup normal.

  • Perubahan suhu udara yang tidak sesuai dengan pola cuaca harian.

  • Tekanan pada dada atau kesulitan bernapas ringan yang tidak dapat dijelaskan.

Baca juga: Ciri-Ciri Planet Bumi yang Membuatnya Unik di Tata Surya

(NDA)