Konten dari Pengguna

5 Eksperimen Sains Sederhana di Dapur Rumah Bareng Anak yang Menyenangkan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi eksperimen sains, Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi eksperimen sains, Foto: Pexels

Ada banyak kegiatan yang bisa memperkenalkan sains kepada anak dengan cara menyenangkan. Salah satunya melalui eksperimen sains sederhana di dapur rumah. Aktivitas ini membantu anak memahami konsep ilmiah dasar hanya dengan menggunakan alat-alat yang tersedia di sekitar, tanpa biaya mahal. Berikut beberapa contoh eksperimen menarik yang bisa dicoba beserta petunjuk langkahnya.

Daftar isi

1. Membuat Awan di Dalam Gelas

Eksperimen ini mengajarkan tentang proses kondensasi, yaitu perubahan uap air menjadi bulir air. Berdasarkan buku Teori Pengenalan Ilmu Pengetahuan Alam Sejak Dini oleh Darmawan Harefa dan Muniharti Sarumaha, cara melakukan eksplorasi dapur ini adalah sebagai berikut:

  • Tuangkan air panas ke dalam gelas atau toples, lalu diamkan sekitar 1 menit.

  • Buang sekitar 3/4 air panas dari dalam gelas.

  • Nyalakan korek api kayu di atas gelas, kemudian masukkan ke dalamnya.

  • Letakkan es batu dalam plastik di atas mulut gelas.

  • Hasilnya, akan terlihat bulir air yang berkumpul membentuk awan mini di dalam gelas

2. Membuat Telur Kenyal

Percobaan sains ini menunjukkan reaksi kimia antara asam asetat pada cuka dan kalsium karbonat pada cangkang telur. Langkah-langkahnya:

  • Masukkan telur mentah ke dalam gelas berisi cuka hingga seluruh bagian tenggelam.

  • Diamkan telur hingga 1-2 hari.

  • Di akhir eksperimen, telur akan menjadi lembek. bahkan jika dijatuhkan dari jarak 5-10 cm ke meja, telur tidak akan pecah.

  • Hal ini terjadi karena reaksi kedua bahan tersebut menghasilkan kalsium asetat, air, dan karbondioksida. Akibatnya, cangkang larut dan menyisakan membran elastis.

3. Membuat Seni Ilmiah dengan Susu (Art Milk)

Eksperimen ini menghasilkan pola warna-warni yang indah sekaligus menjelaskan sifat lemak dalam susu. Mengutip dari laman Science Fun For Everyone, berikut cara melakukannya:

  • Tuang susu ke dalam piring datar.

  • Tambahkan beberapa tetes pewarna makanan di titik yang berbeda.

  • Celupkan cotton bud yang telah dibasahi sabun cuci piring ke permukaan susu.

  • Seketika, warna-warni pada susu akan bergerak membentuk pola unik.

  • Reaksi ini terjadi karena sabun memecah lemak pada susu, sehingga pewarna makanan terdorong ke berbagai arah dan menciptakan pola menyerupai seni abstrak.

4. Eksperimen Sains Gunung Meletus Mini

Percobaan klasik gunung berapi mini ini memperlihatkan reaksi kimia sederhana antara soda kue (basa) dan cuka (asam). Berikut cara melakukannya.

  • Isi botol air plastik hingga setengahnya dengan soda kue.

  • Tambahkan satu atau dua tetes sabun cuci piring ke dalam botol.

  • Tumpuk pasir di sekeliling botol air plastik agar terlihat seperti gunung berapi. Pastikan mulut botol terbuka dan tidak terhalang.

  • Campurkan cuka dengan pewarna makanan merah, lalu tuangkan ke dalam botol.

  • Reaksi soda kue dan cuka menghasilkan gas karbon dioksida yang mendorong cairan keluar dari botol, menciptakan efek lava berbusa layaknya gunung berapi yang meletus.

5. Membuat Kembang Api dalam Gelas

Eksperimen ini memperlihatkan perbedaan massa jenis antara minyak, air, dan pewarna makanan. Berikut cara melakukannya percobaan membuat kembang api dalam gelas.

  • Isi gelas tinggi dengan air hingga hampir penuh.

  • Dalam gelas lain, campurkan minyak dengan beberapa tetes pewarna makanan.

  • Aduk sebentar campuran minyak dan pewarna, tapi jangan sampai merata.

  • Tuangkan campuran tersebut ke dalam gelas tinggi berisi air.

  • Pewarna makanan akan perlahan jatuh ke dasar minyak dan menyebar ke dalam air, menciptakan efek menyerupai kembang api berwarna. Fenomena ini terjadi karena minyak lebih ringan daripada air, sehingga tetap mengapung di atas permukaan.

Baca Juga: Mainan Edukatif Usia 1 Tahun: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

(SA)