Konten dari Pengguna

5 Olahraga untuk Anak Anjing agar Tumbuh Sehat dan Tidak Mudah Stres

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak Anjing Main. Foto: Alexas_Fotos via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Anjing Main. Foto: Alexas_Fotos via Pixabay

Anak anjing membutuhkan olahraga teratur untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus menstimulasi perkembangan mentalnya. Agar tidak salah dalam memberi aktivitas fisik, simak panduan olahraga untuk anak anjing yang dikutip dari laman PDSA dan Purina UK berikut ini.

  1. Berjalan: Aktivitas dasar yang penting untuk fisik dan eksplorasi anak anjing.

  2. Playdate dengan anak anjing lain: Ajak bermain dengan anak anjing lain di area yang aman dan bersih. Interaksi ini membantu perkembangan sosial dan membuat mereka aktif.

  3. Bermain tug (tarik tambang): Permainan tarik tambang dapat membangun kepercayaan diri anak anjing.

  4. Berenang: Setelah vaksin lengkap, berenang bisa jadi pilihan olahraga ringan yang aman, terutama untuk ras yang suka air.

  5. Bermain puzzle: Mainan puzzle atau dispenser camilan dapat merangsang otak anak anjing. Baca rekomendasi mainan anak anjing dalam artikel ini.

Daftar isi

Olahraga yang Harus Dihindari Anak Anjing

  • Jogging: Tidak disarankan karena beban berlari terlalu berat bagi sendi dan tulang yang masih berkembang.

  • Melempar frisbee: Gerakan melompat dan menangkap di udara bisa membahayakan persendian anak anjing. Risiko cedera saat mendarat juga cukup tinggi.

  • Berlari di samping sepeda: Terlalu intens dan memaksa anak anjing mengikuti kecepatan sepeda dapat menyebabkan kelelahan dan stres.

  • Jalan jauh: Berjalan terlalu jauh membuat tubuh anak anjing cepat lelah dan bisa membebani fisiknya secara berlebihan.

  • Bermain bola terlalu lama: Meskipun tampak menyenangkan, bermain bola terus-menerus bisa membuat anak anjing over-exercise.

  • Olahraga saat cuaca panas: Anak anjing belum mampu mengatur suhu tubuh dengan baik, jadi hindari berolahraga saat suhu udara tinggi.

Kapan Anak Anjing Bisa Mulai Berolahraga?

Anak anjing bisa mulai diperkenalkan pada aktivitas fisik ringan sejak usia delapan minggu, tapi dilakukan secara hati-hati dan dalam waktu singkat. Fokus utamanya adalah bermain bebas dan pelatihan dasar di rumah, bukan olahraga berat.

Tanda Anak Anjing Terlalu Banyak Berolahraga

Ilustrasi Tanda Anak Anjing Olahraga Berlebihan
  • Terlihat lelah berlebihan, sering berhenti saat bermain atau berjalan.

  • Jalan jadi lambat, tersungkur, atau malas bergerak.

  • Tubuhnya kaku, pincang, atau sulit berdiri setelah istirahat.

  • Nafsu makan menurun setelah aktivitas fisik.

  • Terlihat lesu, tidak bersemangat, atau tidur lebih lama dari biasanya.

  • Bisa mengalami muntah atau gemetar jika terlalu dipaksakan.

Kesimpulan

  • Anak anjing membutuhkan olahraga teratur untuk mendukung kesehatan fisik dan perkembangan mentalnya.

  • Aktivitas seperti jalan kaki, bermain tarik tambang, dan puzzle sangat baik untuk anak anjing.

  • Olahraga berat seperti jogging, berlari di samping sepeda, atau bermain frisbee harus dihindari karena bisa membahayakan sendi.

  • Anak anjing bisa mulai diajak aktivitas ringan sejak usia 8 minggu, tapi tidak untuk latihan fisik intens.

  • Perhatikan tanda kelelahan seperti pincang, lesu, muntah, atau tidak mau bermain sebagai sinyal kelebihan olahraga.

  • Olahraga harus dilakukan dengan pengawasan, sesuai kebutuhan, dan diselingi waktu istirahat yang cukup.

Baca Juga: Cara Merawat Anak Anjing Sakit agar Cepat Pulih