5 Tips Mengurangi Risiko Banjir saat Musim Hujan dengan Tepat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musim hujan kerap membawa berkah sekaligus tantangan, terutama di wilayah perkotaan yang rentan banjir. Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, memahami cara pencegahan banjir sangat penting, baik bagi individu maupun komunitas. Artikel ini membahas berbagai tips mengurangi risiko banjir saat musim hujan yang bisa diterapkan sehari-hari untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Menjaga Kebersihan Saluran Air
Salah satu penyebab utama banjir di perkotaan adalah tersumbatnya saluran air akibat sampah. Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), pengelolaan sampah yang buruk berkontribusi besar terhadap banjir perkotaan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:
Tidak membuang sampah ke sungai atau got.
Rutin membersihkan saluran air di sekitar rumah.
Mengajak masyarakat sekitar bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
2. Membuat Resapan Air di Halaman Rumah
Air hujan yang tidak terserap ke tanah berpotensi menjadi genangan. Karena itu, penting menciptakan area resapan air di lingkungan rumah. U.S. Environmental Protection Agency (EPA) merekomendasikan penggunaan rain garden dan material berpori untuk membantu air meresap ke tanah. Tips yang bisa diterapkan:
Gunakan paving block berpori dibanding semen padat.
Tanam pohon atau tanaman besar di halaman rumah.
Buat sumur resapan untuk menampung air hujan.
3. Tidak Menutup Seluruh Lahan dengan Beton
Di banyak kota, lahan terbuka hijau semakin berkurang akibat pembangunan. Padahal, lahan hijau berfungsi menyerap air secara alami. Menurut World Resources Institute (WRI), kota dengan ruang hijau memadai lebih tahan terhadap banjir. Langkah yang bisa dilakukan, yakni:
Sisakan area tanah terbuka di sekitar rumah.
Kurangi penggunaan beton di halaman.
Gunakan rumput atau tanaman sebagai penutup tanah.
4. Membuat Penampungan Air Hujan
Selain bermanfaat untuk mengurangi banjir, air hujan yang ditampung bisa digunakan kembali. Menurut UNESCO Water Reports, rainwater harvesting adalah salah satu solusi ramah lingkungan dalam mengatasi banjir sekaligus krisis air. Berikut beberapa ide praktisnya:
Pasang drum penampungan air di bawah talang rumah.
Gunakan air hujan untuk menyiram tanaman.
Terapkan sistem penyaringan sederhana untuk keperluan non-minum.
5. Memeriksa dan Memelihara Drainase Rumah
Saluran air rumah tangga juga berperan besar dalam mencegah banjir lokal. Pipa yang tersumbat bisa menyebabkan air meluap ke dalam rumah. Beberapa langkah sederhana antara lain:
Bersihkan talang air secara rutin dari daun atau kotoran.
Periksa saluran pembuangan sebelum musim hujan tiba.
Gunakan filter jaring di pipa untuk mencegah penyumbatan.
6. Mengikuti Program Pemerintah dan Komunitas
Selain upaya individu, pencegahan banjir juga membutuhkan kolaborasi. Ikut serta dalam program pemerintah atau komunitas lingkungan sangat penting untuk dampak lebih besar. Contoh langkah yang bisa dilakukan:
Bergabung dalam program penghijauan lingkungan.
Mendukung inisiatif normalisasi sungai.
Aktif melapor bila ada saluran air tersumbat di area publik.
Baca juga: Cara Mengatasi Karburator Banjir tanpa Bongkar Mesin
(NDA)
