5 Tips Menjaga Stamina Tubuh bagi Pelajar yang Sedang Berpuasa

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalankan ibadah puasa sambil tetap aktif belajar bisa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pelajar. Pasalnya, aktivitas akademik menuntut konsentrasi, tenaga, dan kestabilan emosi agar tetap berlangsung optimal. Namun, ketika puasa, tubuh tidak akan mendapatkan asupan selama lebih dari 12 jam, sehingga stamina pun bisa menurun jika tidak ditangani dengan baik. Agar tetap bisa produktif, artikel ini akan membagikan beberapa tips menjaga stamina tubuh bagi pelajar yang sedang berpuasa.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Atur Pola Makan Seimbang untuk Menjaga Energi
Journal of Nutrition and Metabolism menjelaskan bahwa mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum, oatmeal, dan nasi merah mampu mempertahankan energi lebih lama dibanding karbohidrat sederhana. Hal ini membantu pelajar tidak cepat lemas saat berpuasa.
Studi dari International Journal of Food Sciences and Nutrition juga menyarankan konsumsi protein (telur, ikan, susu) saat sahur dan berbuka untuk membantu menjaga massa otot dan kestabilan gula darah.
Tidak hanya karbohidrat dan protein, pastikan juga untuk mengonsumsi sayuran serta buah sehingga dapat membantu fungsi kognitif dan kekebalan tubuh.
2. Manajemen Hidrasi Saat Berpuasa
Walau tidak bisa minum selama berpuasa, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi. Dalam The European Journal of Nutrition dijelaskan bahwa asupan air yang cukup sebelum dan setelah puasa membantu tubuh mempertahankan fungsi metabolik yang optimal.
Maka dari itu, pelajar dianjurkan minum air secara bertahap mulai dari berbuka hingga sebelum tidur untuk mencegah tubuh kehilangan cairan berlebihan.
Adapun efek dari kekurangan cairan, menurut Mayo Clinic, meski hanya dehidrasi ringan saja sudah dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan turunnya konsentrasi.
3. Aktivitas Fisik Ringan untuk Menjaga Kebugaran
Berpuasa bukan berarti harus berhenti bergerak. Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik ringan seperti stretching atau jalan santai dapat menjaga sirkulasi darah dan meningkatkan energi alami tubuh.
Penelitian dalam Journal of Physical Activity and Health pun mengungkapkan bahwa olahraga ringan dapat meningkatkan mood dan fungsi kognitif pada pelajar.
Karena itu, memilih jenis aktivitas yang tidak terlalu menguras tenaga bisa membantu menjaga kebugaran tanpa mengganggu ibadah puasa.
4. Jaga Pola Tidur dengan Bijak
Kualitas tidur memiliki dampak langsung terhadap stamina tubuh. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur per hari untuk menjaga fungsi kognitif dan kesehatan fisik.
Jika tidur kurang dari waktu tersebut, maka dapat menurunkan kemampuan fokus dan memengaruhi daya ingat jangka pendek, dua aspek penting saat pelajar sedang menjalani kegiatan belajar.
Dengan tidur lebih awal dan menghindari penggunaan gawai sebelum tidur, pelajar dapat menjaga kualitas istirahat walaupun harus bangun untuk sahur.
5. Mengatur Ritme Belajar agar Tidak Menguras Energi
American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa otak memiliki waktu-waktu tertentu dengan performa optimal, terutama ketika energi tubuh masih cukup stabil.
Bagi pelajar yang berpuasa, disarankan untuk belajar dalam sesi singkat namun terjadwal karena lebih efektif dibanding belajar dalam satu waktu panjang. Dianjurkan juga untuk mengutamakan tugas-tugas penting pada pagi hari setelah sahur, saat energi masih tinggi.
6. Kesimpulan
Puasa dapat memengaruhi stamina pelajar karena tubuh tidak mendapatkan asupan selama berjam-jam. Untuk tetap produktif, pelajar disarankan menjaga pola makan seimbang dengan karbohidrat kompleks, protein, serta buah dan sayuran sesuai penelitian dari berbagai jurnal gizi.
Selain itu, minumlah cukup air antara berbuka hingga sebelum tidur untuk menghindari dehidrasi yang dapat menurunkan konsentrasi. Aktivitas fisik ringan seperti stretching atau jalan santai juga dianjurkan untuk menjaga kebugaran dan mood.
Pola tidur juga harus diatur dengan baik karena remaja membutuhkan 8–10 jam tidur per hari. Terakhir, ritme belajar sebaiknya dibuat terjadwal dalam sesi singkat, terutama mengerjakan tugas penting di pagi hari.
Baca juga: Hukum Puasa Ramadhan bagi Pekerja Berat dan Ketentuan Rukhsah yang Berlaku
(NDA)
