Konten dari Pengguna

6 Ciri-Ciri Harddisk Laptop Mulai Rusak yang Perlu Dikenali

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
21 Oktober 2025 11:13 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
6 Ciri-Ciri Harddisk Laptop Mulai Rusak yang Perlu Dikenali
Ketahui ciri-ciri harddisk laptop yang mulai rusak agar bisa mengambil langkah pencegahan sedini mungkin di sini.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi harddisk laptop. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi harddisk laptop. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Hard disk (HDD) merupakan salah satu komponen vital dalam laptop karena berfungsi menyimpan semua data sistem dan file pribadi. Ketika hard disk mulai rusak, pengguna sering kali tidak menyadarinya hingga kerusakan sudah parah dan data menjadi sulit diselamatkan. Artikel ini akan membantumu mengenali ciri-ciri harddisk laptop yang mulai rusak agar bisa mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.
ADVERTISEMENT

1. Laptop Sering Melambat Tanpa Alasan Jelas

Salah satu tanda awal yang paling umum adalah penurunan performa sistem secara drastis. Laptop menjadi lambat saat membuka file, menjalankan program, atau bahkan saat proses booting.
Menurut How-To Geek, kondisi ini terjadi karena hard disk kesulitan membaca data dari sektor tertentu akibat adanya bad sector (bagian piringan yang rusak). Sistem operasi pun harus bekerja lebih keras untuk mencari lokasi data yang bisa diakses.
Jika hal ini sering terjadi bahkan setelah melakukan pembersihan file dan update sistem, kemungkinan besar penyebabnya adalah kerusakan fisik atau logis pada harddisk.

2. Muncul Suara Klik atau Dengungan Aneh

Hard disk yang sehat biasanya bekerja dengan suara yang sangat halus. Namun, jika mulai terdengar bunyi klik berulang (clicking noise), dengungan keras, atau suara gesekan dari dalam laptop, ini bisa menjadi tanda kerusakan mekanis pada head drive atau piringan magnetiknya.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan Seagate Technical Blog, suara klik muncul karena head drive gagal menemukan posisi yang tepat untuk membaca data. Kondisi ini sering disebut “Click of Death” dan merupakan tanda bahwa komponen internal sudah tidak berfungsi dengan baik.
Segera lakukan backup data jika suara aneh ini muncul, karena kerusakan mekanis biasanya berkembang cepat dan dapat menyebabkan kehilangan data permanen.

3. File Sering Hilang atau Tidak Bisa Dibuka

Ciri lain dari hard disk yang mulai rusak adalah file tiba-tiba hilang, tidak bisa dibuka, atau muncul pesan error seperti “The file or directory is corrupted and unreadable.”
Menurut PCMag, kondisi ini sering disebabkan oleh bad sector yang merusak tabel indeks data. Sistem operasi gagal membaca lokasi file sehingga file tampak hilang padahal sebenarnya masih ada di piringan.
ADVERTISEMENT
Kamu bisa memeriksa kondisi harddisk menggunakan perintah bawaan seperti CHKDSK (Check Disk) di Windows atau aplikasi pihak ketiga seperti CrystalDiskInfo, yang menampilkan status kesehatan HDD melalui indikator S.M.A.R.T (Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology).

4. Sering Terjadi Blue Screen of Death (BSOD)

Jika laptop sering mengalami Blue Screen of Death (BSOD) tanpa sebab jelas, bisa jadi masalahnya berasal dari harddisk. Kesalahan pada sektor sistem atau driver akibat kerusakan data menyebabkan sistem operasi gagal membaca file penting.
Menurut TechRadar, BSOD yang disebabkan oleh HDD rusak biasanya diikuti dengan kode error seperti INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE atau CRITICAL_PROCESS_DIED. Ini menandakan bahwa sistem tidak dapat mengakses drive penyimpanan utama.
Untuk memastikan penyebabnya, pengguna bisa menjalankan Windows Memory Diagnostic atau Drive Health Check untuk memantau performa penyimpanan internal.
ADVERTISEMENT

5. Harddisk Cepat Panas dan Sering Tidak Terbaca

Harddisk yang mulai melemah juga cenderung cepat panas meski digunakan dalam waktu singkat. Suhu tinggi dapat mempercepat keausan pada komponen mekanis di dalam HDD.
Berdasarkan data dari CleverFiles, suhu ideal harddisk berada di kisaran 30–45°C. Jika melebihi 55°C secara terus-menerus, risiko kegagalan sistem dan kehilangan data meningkat drastis. Selain itu, gejala lain seperti drive tiba-tiba tidak terdeteksi di BIOS atau Explorer juga bisa menandakan adanya masalah pada konektor atau sirkuit internal.

6. Sering Muncul Pesan Error atau Crash Saat Transfer Data

Ciri lain yang tidak boleh diabaikan adalah munculnya pesan error seperti “Windows detected a hard disk problem” atau “Cannot read from the source file”. Kondisi ini biasanya terjadi saat proses pemindahan atau pengunduhan file besar.
ADVERTISEMENT
Menurut Lifewire, error tersebut menunjukkan bahwa sistem operasi kesulitan membaca atau menulis data karena adanya kerusakan fisik pada piringan atau gangguan pada kabel SATA/port konektor. Jika pesan ini sering muncul, sebaiknya segera lakukan backup dan ganti drive baru sebelum data tidak bisa diselamatkan.
(NDA)