Konten dari Pengguna
6 Ciri-Ciri Lingkungan Rumah dengan Ventilasi Buruk
3 Desember 2025 14:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
6 Ciri-Ciri Lingkungan Rumah dengan Ventilasi Buruk
Berikut ciri-ciri lingkungan rumah dengan ventilasi buruk yang penting diketahui masyarakat agar bisa mengambil langkah pencegahan.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Lingkungan rumah dengan ventilasi buruk dapat menjadi sumber berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga penurunan kualitas hidup. Penjelasan ilmiah mengenai dampak ventilasi buruk banyak dibahas dalam studi kesehatan lingkungan internasional, termasuk dalam publikasi Indoor Air Quality and Health oleh World Health Organization (WHO), yang menegaskan bahwa kurangnya aliran udara segar meningkatkan konsentrasi polutan di dalam rumah. Berikut ciri-ciri lingkungan rumah dengan ventilasi buruk yang penting diketahui masyarakat agar bisa mengambil langkah pencegahan.
ADVERTISEMENT
1. Udara Pengap dan Tidak Segar
Tanda pertama dari ventilasi buruk adalah udara yang terasa berat dan pengap saat memasuki ruangan. Penelitian dalam Environmental Health Perspectives berjudul Indoor Air Pollution and Respiratory Diseases oleh Michelle Bell menyebutkan bahwa kurangnya pertukaran udara menyebabkan akumulasi gas karbon dioksida, debu, dan senyawa organik volatil (VOC) yang membuat ruangan terasa sesak. Kondisi ini meningkatkan risiko sakit kepala dan kelelahan.
2. Kelembapan Tinggi dan Munculnya Jamur
Ventilasi buruk membuat kelembapan menumpuk dan memicu pertumbuhan jamur di dinding maupun sudut ruangan. Dalam artikel jurnal Moisture, Mold, and Health Effects yang dipublikasikan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology oleh Dr. Harriet Burge dijelaskan bahwa jamur berkembang pesat pada ruangan dengan ventilasi minim dan dapat memicu alergi, batuk, hingga infeksi pernapasan.
ADVERTISEMENT
3. Bau Tak Sedap yang Bertahan Lama
Jika bau masakan, asap, atau kotoran tidak cepat hilang, itu pertanda sirkulasi udara di rumah tidak berjalan baik. Buku Indoor Air Quality Engineering karya Yunus Çengel dan Alberto P. Valdés menjelaskan bahwa bau menetap terjadi akibat udara kotor yang terperangkap dan tidak bisa keluar melalui ventilasi alami atau mekanis.
4. Kondensasi di Jendela dan Permukaan Kaca
Munculnya embun pada kaca jendela, terutama di pagi hari, menandakan ketidakseimbangan kelembapan dan kurangnya aliran udara. Temuan ini diperkuat oleh riset dalam Building and Environment Journal berjudul Condensation in Residential Buildings: Causes and Solutions oleh Risto Kosonen, yang menyebutkan bahwa kondensasi berulang dapat mempercepat kerusakan struktur rumah.
ADVERTISEMENT
5. Suhu Ruangan Tidak Stabil
Rumah dengan ventilasi buruk sering terasa sangat panas pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari. Publikasi ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) dalam bukunya yang berjudul Fundamentals of Thermal Comfort mencatat bahwa kurangnya sirkulasi udara menyebabkan suhu ruangan tidak merata dan meningkatkan ketidaknyamanan termal.
6. Tingginya Konsentrasi Debu dan Polutan
Debu yang terus kembali meski sering dibersihkan merupakan tanda kuat bahwa udara tidak bergerak dengan baik. Penelitian dari United States Environmental Protection Agency (EPA) dalam laporan Guide to Indoor Air Quality menjelaskan bahwa ventilasi buruk membuat partikel polutan seperti debu, asap rokok, serta partikel pembakaran menumpuk di udara lebih lama.
ADVERTISEMENT
(NDA)

