6 Ciri-Ciri Wanita Perfeksionis Secara Psikologis yang Perlu Dikenali

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wanita perfeksionis secara psikologis sering kali terlihat sebagai sosok yang teliti dan berdedikasi tinggi dalam segala hal yang dilakukannya. Namun, di balik citra tersebut, perfeksionisme yang berlebihan bisa menjadi beban psikologis yang berat. Mereka cenderung merasa tidak pernah cukup baik, meskipun sudah mencapai banyak hal. Berikut ciri-ciri wanita perfeksionis dari sudut pandang psikologi yang bisa membantu kita mengenali pola perilaku ini pada diri sendiri atau orang terdekat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Memiliki Standar yang Tidak Realistis
Seorang wanita perfeksionis menetapkan ekspektasi yang sangat tinggi terhadap diri sendiri. Mereka percaya bahwa segala sesuatu yang mereka kerjakan harus sempurna, dan tidak ada ruang untuk kesalahan. Menurut Psychology Today, standar yang tidak realistis ini seringkali menjadi sumber kecemasan dan stres yang konstan.
Sebagai contoh, saat membuat laporan, mereka tidak hanya ingin laporan itu bagus, tetapi harus sempurna dalam setiap detail, bahkan hingga pada tata letak yang kecil.
2. Kritik Diri yang Sangat Keras dan Berlebihan
Meskipun sudah mencapai kesuksesan, wanita perfeksionis cenderung tidak puas dan selalu menemukan celah untuk mengkritik diri sendiri. Perfect Excellence menjelaskan, orang yang perfeksionis sering kali fokus pada satu kesalahan kecil di antara puluhan pencapaian besar.
Misalnya, setelah presentasi yang sukses, mereka akan terus memikirkan satu kata yang salah diucapkan, alih-alih merayakan keberhasilan yang diraih. Kritik diri ini bisa menjadi bumerang, mengikis rasa percaya diri dan motivasi.
3. Menunda-nunda karena Takut Tak Sempurna (Perfectionary Paralysis)
Ironisnya, perfeksionisme seringkali berujung pada penundaan. Fenomena ini dijelaskan oleh American Psychological Association sebagai salah satu paradoks perfeksionisme.Ketakutan akan kegagalan atau tidak bisa mencapai standar sempurna membuat sehingga enggan memulai suatu pekerjaan.
Wanita perfeksionis, daripada mengambil risiko melakukan kesalahan, mereka memilih untuk menunda pekerjaan tersebut. Hal ini menciptakan siklus stres yang berkelanjutan, seperti mereka menunda, merasa bersalah, dan menunda lagi.
4. Sensitif terhadap Kritik dari Orang Lain
Meskipun sangat kritis terhadap diri sendiri, wanita perfeksionis juga sangat sensitif terhadap kritik dari orang lain. Merujuk jurnal bertajuk Perfectionistic Self-Presentation and Suicide in a Young Woman with Major Depression and Psychotic Features karya Sabrina Hassan, dkk., orang perfeksionis melihat kritik sebagai validasi atas ketidaksempurnaan yang selalu mereka rasakan.
Sebuah komentar kecil yang membangun dari rekan kerja bisa dianggap sebagai serangan pribadi terhadap kemampuan mereka. Reaksi ini muncul karena mereka sudah menempatkan diri mereka di bawah tekanan besar, sehingga kritik dari luar terasa sangat menyakitkan.
5. Merasa Cemas saat Melakukan Kesalahan
VerryWell Health menerangkan bahwa kesalahan bukanlah hal yang bisa wanita perfeksionis terima dengan lapang dada. Setiap kali melakukan kesalahan, mereka akan merasa cemas, malu, dan bersalah secara berlebihan.
Rasa takut ini pun menjadi faktor utama yang membatasi mereka untuk mencoba hal-hal baru atau mengambil risiko yang sehat. Kecemasan ini juga seringkali menyebar ke berbagai aspek kehidupan, tidak hanya pekerjaan.
6. Keinginan untuk Mengendalikan Segalanya
Karena standar yang tinggi, seorang perfeksionis merasa perlu mengendalikan setiap aspek dari suatu proyek atau tugas. Mereka kesulitan mendelegasikan pekerjaan karena tidak percaya orang lain bisa mengerjakannya sesuai standar mereka.
Menurut Sage Counseling and Wellness, keinginan untuk mengendalikan ini seringkali membuat mereka kelelahan dan kewalahan, karena merasa harus menanggung semua beban sendirian.
Baca juga: Cara Mengenali Kepribadian Introvert dengan Tepat
(NDA)
