6 Ciri Khas Hewan Amfibi yang Membuatnya Istimewa

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara etimologis, kata amfibi berasal dari bahasa Yunani yang berarti "kehidupan ganda", dan nama ini sangat tepat menggambarkan kelompok hewan yang unik ini. Mereka adalah makhluk peralihan antara kehidupan air dan darat, memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan di dua dunia yang berbeda. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut ciri khas hewan amfibi menurut ilmu biologi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Kulit Lembap Hewan Amfibi yang Bisa Bernapas
Ciri khas hewan amfibi yang paling mencolok adalah kulitnya yang selalu lembap dan permeabel. Menurut penelitian yang dipublikasikan di ILAR Journal oleh F. Harvey Pough dari Rochester Institute of Technology, amfibi adalah hewan berdarah dingin dan kulit mereka permeabel terhadap air, ion, dan gas pernapasan.
Sebagian besar air lebih banyak diserap melalui kulit daripada dengan meminumnya. Kulit bukan hanya organ pernapasan, tetapi juga salah satu dari tiga permukaan pernapasan yang digunakan amfibi bersama dengan paru-paru dan rongga mulut.
2. Metamorfosis dari Larva ke Dewasa
Menurut Biology LibreTexts, pada umumnya perkembangan hewan amfibi dimulai ketika telur mereka diletakkan di air. Setelah menetas, larvanya hidup dan beradaptasi di lingkungan air. Katak, kodok, dan salamander awalnya menetas sebagai larva yang bernapas menggunakan insang di luar tubuh.
Seiring waktu, tubuh mereka berubah sehingga bisa hidup di darat dan mulai bernapas dengan paru-paru. Proses perubahan besar ini disebut metamorfosis. Metamorfosis dipicu oleh hormon bernama iodothyronine dan merupakan proses alami yang sudah ada sejak nenek moyang semua hewan bertulang belakang (chordata).
3. Empat Kaki untuk Kehidupan di Darat
Merujuk publikasi dari Biology LibreTexts, sebagian besar amfibi dicirikan oleh empat kaki yang berkembang dengan baik, meskipun beberapa spesies salamander dan semua caecilian secara fungsional tidak memiliki kaki karena anggota tubuh mereka vestigial. Penelitian yang dipublikasikan di Oxford Academic menambahkan bahwa struktur kerangka kaki mereka ditemukan pada tetrapoda masa kini.
4. Saat Dewasa Termasuk Kategori Karnivora
Menurut penelitian yang dipublikasikan di PubMed oleh F. Harvey Pough, semua amfibi yang sudah dewasa sebenarnya adalah pemakan daging. Banyak jenis amfibi mulai bereaksi untuk makan ketika melihat mangsanya bergerak.
Beberapa amfibi yang hidup di darat juga punya lidah yang sangat lengket untuk menangkap mangsa, seperti yang dijelaskan dalam Biology LibreTexts.
5. Sistem Pendengaran yang Unik
Amfibi memiliki papilla amphibiorum dan papilla basilaris, struktur telinga bagian dalam yang sensitif terhadap frekuensi di bawah dan di atas 10.000 hertz. Amfibi juga memiliki auricular operculum, yang merupakan tulang ekstra di telinga yang mengirimkan suara ke telinga bagian dalam.
Operculum mengirimkan getaran frekuensi rendah dari kaki depan dan bahu ke telinga bagian dalam, dan mungkin digunakan untuk deteksi sinyal seismik. Sistem pendengaran yang kompleks ini membantu amfibi berkomunikasi dan mendeteksi predator di lingkungan mereka.
6. Gigi Pediselata yang Khas
Biology LibreTexts menjelaskan bahwa karakteristik tambahan amfibi termasuk gigi pediselata, yaitu gigi di mana akar dan mahkota terkalsifikasi, dipisahkan oleh zona jaringan yang tidak terkalsifikasi.
Struktur gigi unik ini hanya ditemukan pada amfibi dan tidak ada pada kelompok vertebrata lainnya, menjadikannya salah satu penanda identifikasi penting dalam studi paleontologi dan taksonomi amfibi.
Baca juga: Penyebab Punahnya Spesies dan Dampaknya terhadap Keseimbangan Ekosistem
(NDA)
