6 Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musim pancaroba sering menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Peralihan antara musim kemarau dan musim hujan ini ditandai dengan cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan deras disertai angin kencang hingga suhu panas yang menyengat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, bahkan keselamatan sehari-hari. Agar tubuh tetap sehat dan aktivitas tetap berjalan lancar, berikut berbagai tips menghadapi cuaca ekstrem di musim pancaroba yang bisa Anda terapkan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Menjaga Sistem Imun Tubuh dengan Pola Hidup Sehat
Ketika cuaca tidak menentu, daya tahan tubuh rentan menurun. Perubahan suhu mendadak sering memicu penyakit seperti flu, batuk, dan demam. Untuk itu, menjaga sistem imun sangatlah penting.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cara sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga rutin, dan tidur cukup dapat membantu tubuh lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
2. Menggunakan Pakaian yang Sesuai Kondisi Cuaca
Pemilihan pakaian menjadi langkah penting saat menghadapi pancaroba. Saat suhu panas, gunakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat. Namun, sediakan juga jaket atau payung untuk menghadapi hujan mendadak.
World Health Organization (WHO) menekankan bahwa pakaian yang tepat dapat melindungi tubuh dari risiko dehidrasi, hipotermia, maupun iritasi kulit akibat cuaca ekstrem.
3. Selalu Sedia Perlengkapan Darurat Harian
Musim pancaroba sering menghadirkan situasi tak terduga, seperti hujan lebat disertai angin. Oleh karena itu, penting untuk selalu membawa payung lipat, jas hujan, hingga obat-obatan pribadi.
Federal Emergency Management Agency (FEMA) menyarankan masyarakat untuk memiliki perlengkapan darurat ringan agar tetap siap menghadapi perubahan kondisi cuaca sewaktu-waktu.
4. Menjaga Hidrasi Tubuh dengan Baik
Dehidrasi dapat terjadi lebih cepat di musim pancaroba karena tubuh harus beradaptasi dengan perubahan suhu. Minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga fungsi organ tetap optimal.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, hidrasi yang baik juga membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi risiko sakit kepala akibat perubahan cuaca.
5. Mengatur Pola Aktivitas Luar Ruangan
Aktivitas di luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika hujan deras disertai angin, lebih baik menunda perjalanan demi keselamatan.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menegaskan bahwa menghindari area terbuka saat cuaca buruk dapat mencegah risiko tersambar petir atau terkena benda jatuh akibat angin kencang.
6. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekitar
Pancaroba juga kerap meningkatkan risiko penyakit akibat genangan air atau tumpukan sampah, seperti demam berdarah. Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sangatlah penting.
World Meteorological Organization (WMO) menekankan bahwa langkah sederhana seperti membersihkan saluran air dan menghindari sampah menumpuk dapat mengurangi dampak buruk cuaca ekstrem.
Baca juga: Cara Membaca Peringatan Dini Cuaca dari BMKG untuk Persiapan Diri
(NDA)
