7 Ciri-Ciri Powerbank Berbahaya yang Bisa Merusak HP

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Powerbank telah menjadi perangkat wajib bagi banyak orang yang aktif menggunakan handphone (HP). Sayangnya, tidak semua powerbank yang beredar di pasaran aman digunakan. Beberapa produk bahkan bisa berbahaya dan justru merusak ponsel, terutama jika tidak memenuhi standar keamanan. Agar bisa menemukan pengisi daya portabel dengan tepat, perhatikan ciri-ciri powerbank berbahaya yang bisa merusak HP berikut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Powerbank Tanpa Sertifikasi Keamanan
Salah satu ciri utama powerbank berbahaya adalah tidak adanya sertifikasi keamanan. Sertifikasi seperti CE (Conformité Européenne), FCC (Federal Communications Commission), atau UL (Underwriters Laboratories Inc.) menunjukkan bahwa produk telah melalui uji keselamatan tertentu.
Menurut Consumer Product Safety Commission (CPSC), banyak kasus kebakaran baterai portabel berasal dari perangkat tanpa sertifikasi yang sah. Jika powerbank tidak menampilkan logo sertifikasi resmi, hal itu bisa menjadi tanda bahwa produk tersebut tidak aman digunakan.
2. Kapasitas Baterai yang Tidak Realistis
Powerbank dengan kapasitas sangat tinggi namun dijual dengan harga murah juga patut dicurigai. Misalnya, produk yang mengklaim memiliki kapasitas 50.000 mAh namun berukuran kecil biasanya hanya menampilkan angka palsu.
Battery University menjelaskan bahwa baterai lithium-ion memiliki batasan fisik tertentu, sehingga ukuran dan kapasitas seharusnya sebanding. Jika kapasitas terasa tidak masuk akal, besar kemungkinan powerbank tersebut berbahaya karena menggunakan komponen murahan.
3. Material Casing yang Ringkih dan Mudah Panas
Powerbank yang aman biasanya dibuat dengan casing kokoh untuk melindungi baterai di dalamnya. Sebaliknya, powerbank berbahaya sering menggunakan material plastik tipis yang mudah pecah atau terasa panas berlebihan saat digunakan.
TechRadar menyebutkan bahwa panas berlebih adalah tanda adanya masalah pada sirkuit internal atau baterai. Jika casing mudah rusak atau perangkat terasa panas ekstrem saat mengisi daya, sebaiknya powerbank tersebut tidak digunakan lagi.
4. Tidak Memiliki Fitur Proteksi Internal
Fitur proteksi seperti overcharge protection, short circuit protection, dan overheat protection merupakan standar penting pada powerbank yang aman. Powerbank berbahaya biasanya tidak memiliki sistem perlindungan ini, sehingga risiko kerusakan pada HP bisa meningkat.
Menurut IEEE Spectrum, banyak kerusakan smartphone akibat powerbank disebabkan oleh tegangan berlebih atau arus listrik yang tidak stabil. Dengan demikian, ketiadaan fitur proteksi internal jelas menjadi tanda bahaya.
5. Indikator Daya yang Tidak Akurat
Powerbank berkualitas umumnya memiliki indikator daya yang akurat, baik berupa lampu LED maupun layar digital. Sebaliknya, powerbank berbahaya sering menunjukkan indikator yang tidak jelas atau menyesatkan.
Hal ini bisa membuat pengguna salah memperkirakan kapasitas tersisa, sehingga ponsel diisi dengan arus tidak stabil. How-To Geek menekankan bahwa indikator daya yang tidak konsisten sering kali menjadi tanda komponen elektronik murah yang tidak melalui uji kualitas.
6. Dijual Tanpa Garansi Resmi
Garansi adalah bentuk jaminan bahwa produk sudah melalui standar tertentu dari produsen. Powerbank berbahaya biasanya dijual tanpa garansi resmi atau hanya memberikan garansi singkat dengan syarat yang tidak jelas.
Digital Trends menyarankan pengguna hanya membeli powerbank dari merek yang terpercaya dan menyediakan garansi minimal satu tahun. Tanpa adanya garansi, pengguna tidak memiliki perlindungan jika powerbank rusak atau bahkan menyebabkan kerusakan pada smartphone.
7. Harga Jauh di Bawah Pasaran
Harga memang sering menjadi daya tarik utama, tetapi jika powerbank ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dibandingkan merek terkenal, itu bisa menjadi tanda bahaya. Komponen baterai lithium-ion berkualitas tidak mungkin dijual dengan harga sangat rendah.
Wired mencatat bahwa produk tiruan dan murah sering kali menggunakan baterai daur ulang yang tidak stabil. Hal ini bukan hanya memperpendek usia powerbank, tetapi juga bisa menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan.
Baca juga: 7 Tips Memilih Powerbank yang Aman untuk Semua Jenis Gadget
(NDA)
