Konten dari Pengguna

7 Hewan yang Hibernasi Saat Musim Dingin di Alam

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hewan yang hibernasi. Foto: Unsolash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hewan yang hibernasi. Foto: Unsolash

Sebagian hewan melakukan hibernasi sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang ekstrem, terutama saat musim dingin. Hibernasi merupakan keadaan tidak aktif dalam jangka waktu lama yang memungkinkan hewan menghemat energi selama berbulan-bulan. Selama fase hibernasi, mereka akan memperlambat metabolisme detak jantung, laju pernapasan, serta suhu tubuh agar dapat bertahan hidup meski persediaan makanan sangat terbatas. Artikel ini menguraikan beberapa contoh hewan yang melakukan hibernasi berdasarkan laman Wildlife Nomads dan A-Z Animals.

Daftar isi

1. Beruang

Selama periode gibernasi, beruang tidak makan, minum, buang air kecil, maupun buang air besar. Mereka bertahan hidup sepenuhnya dari cadangan lemak yang telah dikumpulkan selama bulan-bulan sebelumnya. Berbeda dengan hewan hibernasi lainnya, beruang masih dapat terbangun dengan relatif mudah jika terganggu, bahkan betina dapat melahirkan selama masa hibernasi.

2. Tupai Tanah

Tupai tanah Arktik merupakan salah satu hewan dengan kemampuan hibernasi yang ekstrem. Hewan ini mampu menurunkan suhu tubuhnya hingga berada di bawah titik beku tanpa benar-benar membeku. Selama hibernasi, detak jantungnya menurun drastis dari sekitar 80–100 denyut per menit menjadi hanya lima hingga sepuluh denyut per menit.

3. Landak

Landak biasanya meringkuk di tumpukan daun atau liang selama musim dingin dan memasuki fase hibernasi yang dalam. Pada kondisi ini, suhu tubuh landak turun mendekati suhu lingkungan, sementara laju metabolisme dan pernapasan melambat secara drastis. Jika suhu lingkungan turun terlalu rendah, detak jantung landak dapat meningkat untuk menghasilkan panas tambahan. Hal ini membuatnya terbangun sementara sebelum kembali memasuki hibernasi.

4. Kelelawar

Kelelawar berhibernasi di tempat-tempat terlindung seperti gua, bangunan tua, atau rongga pohon. Selama masa ini, mereka mengandalkan cadangan lemak yang telah disimpan sebelumnya. Kelelawar dapat berada dalam kondisi mati rasa selama berminggu-minggu, meskipun terkadang terbangun sebentar untuk minum. Gangguan terhadap kelelawar yang sedang hibernasi sangat berbahaya, karena terbangun terlalu sering dapat menghabiskan cadangan energi mereka.

5. Lemur

Lemur kerdil berekor gemuk (Fat-Tailed Dwarf Lemur atau Cheirogaleus medius) juga diketahui melakukan hibernasi. Spesies nokturnal yang endemik di Madagaskar ini dapat berhibernasi hingga tujuh bulan, biasanya di dalam lubang pohon. Keunikan lemur ini terletak pada cara bertahannya, yaitu dengan mengandalkan cadangan lemak yang tersimpan di ekornya.

6. Lebah

Tidak semua lebah melakukan hibernasi, tetapi lebah bumblebee (Bombus sp.) merupakan salah satu contohnya. Saat suhu mulai menurun, lebah jantan dan lebah pekerja akan mati, sementara ratu lebah bertahan hidup dengan cara berhibernasi.

Ratu lebah berhibernasi di dalam lubang tanah selama sekitar enam hingga delapan bulan. Setelah suhu menghangat, ia akan keluar, mencari tempat yang sesuai, lalu membangun sarang baru dan memulai koloni lebah yang baru.

7. Kura-kura

Kura-kura mengalami kondisi mirip hibernasi yang dikenal sebagai brumasi. Sebagai hewan ektoterm, kura-kura bergantung pada suhu lingkungan untuk mengatur panas tubuhnya. Ketika musim dingin tiba, mereka menggali tanah lunak, bersembunyi di serasah daun, atau berlindung di bawah batang kayu. Selama brumasi, metabolisme kura-kura melambat secara drastis, memungkinkan mereka bertahan hidup selama berbulan-bulan tanpa asupan makanan.

Baca Juga: 6 Hewan Paling Cepat di Laut, Perenang Super yang Menguasai Samudra

(SA)