Konten dari Pengguna

7 Jenis Bahan Makanan yang Tidak Boleh untuk MPASI, Para Orang Tua Harus Tahu!

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi mengonsumsi MPASI. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi mengonsumsi MPASI. Foto: Unsplash

Saat memulai pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), penting bagi orang tua untuk mengetahui bahwa tidak semua bahan makanan aman untuk dikonsumsi bayi di bawah usia satu tahun. Beberapa jenis bahan makanan yang tidak boleh untuk MPASI tersebut jika dikonsumsi dapat menimbulkan risiko alergi, tersedak, hingga gangguan sistem pencernaan.

Menurut pedoman dari World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian MPASI sebaiknya disesuaikan dengan usia, kesiapan organ pencernaan, dan potensi risiko makanan tertentu. Artikel ini akan membahas jenis-jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk bayi dalam tahap MPASI.

Daftar isi

Mengapa Beberapa Bahan Makanan Tidak Aman untuk MPASI?

Diterangkan dalam buku 123 Pertanyaan Seputar MPASI oleh Dinda Dara Saskia dan Hanan Fakhira Najib, sistem pencernaan bayi di bawah 12 bulan masih belum sempurna sehingga mereka rentan terhadap zat-zat tertentu dalam makanan.

Bayi di bawah 12 bulan belum mampu mencerna beberapa bahan makanan, seperti garam berlebih, gula tambahan, atau protein tertentu. Jika bayi tetap dipaksa mengonsumsi bahan makanan tersebut, kemungkinan mereka akan mengalami risiko seperti:

  • Tersedak (choking hazard).

  • Reaksi alergi parah.

  • Keracunan makanan (contoh: botulisme dari madu).

Laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa beberapa kasus rawat inap bayi di AS terjadi akibat konsumsi makanan yang tidak sesuai usia.

Apa Saja Jenis Bahan Makanan yang Harus Dihindari untuk MPASI?

Berikut ini adalah daftar jenis bahan makanan yang tidak boleh diberikan kepada bayi saat MPASI, terutama di bawah usia satu tahun:

  1. Madu: CDC menjelaskan bahwa madu dapat menyebabkan botulisme pada bayi karena mengandung Clostridium botulinum.

  2. Susu sapi segar (bukan produk olahan seperti keju atau yoghurt): IDAI memberitahukan bahwa susu sapi segar mengandung protein dan mineral tinggi yang bisa membebani ginjal bayi.

  3. Putih telur mentah atau setengah matang: American Academy of Pediatrics melarang pemberian bahan makanan ini kepada bayi saat MPASI karena dapat berisiko terkontaminasi Salmonella dan potensi alergi tinggi.

  4. Garam dan gula tambahan: Dikutip dari WHO, ginjal bayi belum mampu memproses garam berlebih, dan gula bisa meningkatkan risiko obesitas dan gigi berlubang.

  5. Ikan laut tinggi merkuri: FDA menyebutkan bahwa jenis ikan seperti ikan todak, hiu, atau tuna besar yang bisa berdampak buruk pada perkembangan otak.

  6. Makanan dengan risiko tersedak tinggi: Seperti kacang utuh, anggur utuh, wortel mentah, popcorn, dan sosis. Harus dihindari atau disiapkan dengan sangat hati-hati.

  7. Minuman manis dan bersoda: Tidak hanya mengandung gula tinggi, tapi juga mengganggu nafsu makan bayi.

Apakah Boleh Memberi MPASI Instan atau Olahan?

Menurut IDAI, MPASI instan boleh diberikan sesekali, namun harus memastikan bahwa:

  • Tidak mengandung tambahan garam dan gula.

  • Tidak mengandung pengawet atau perasa buatan.

  • Terdaftar resmi di BPOM RI atau setara lembaga internasional.

Meski demikian, UNICEF menyarankan agar MPASI tetap diutamakan dari bahan alami yang segar dan disiapkan sendiri agar lebih terkontrol kualitas gizinya.

Kesimpulan

Pemberian MPASI pada bayi di bawah usia satu tahun harus dilakukan dengan hati-hati, karena tidak semua bahan makanan aman untuk dikonsumsi. Sistem pencernaan bayi yang belum sempurna membuat mereka rentan terhadap risiko alergi, tersedak, dan keracunan.

Makanan seperti madu, susu sapi segar, putih telur mentah, serta makanan tinggi garam, gula, dan merkuri harus dihindari. Selain itu, makanan dengan risiko tersedak tinggi seperti kacang utuh, anggur, dan popcorn juga tidak disarankan.

MPASI instan boleh diberikan sesekali, asalkan tidak mengandung bahan tambahan berbahaya dan sudah terdaftar resmi. Meski begitu, MPASI dari bahan alami tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keamanan dan kualitas gizi bayi.

Baca juga: Kapan Harus Mengganti Susu Formula Anak? Ini Panduannya

(NDA)