Kapan Harus Mengganti Susu Formula Anak? Ini Panduannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemberian nutrisi yang tepat menjadi salah satu fokus utama dalam merawat bayi. Bagi orang tua yang menggunakan susu formula sebagai pendamping atau pengganti ASI, ada kalanya perlu dilakukan pergantian jenis susu. Namun, langkah ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk menggantinya? Simak panduan lengkapnya berikut ini.
Kenapa Harus Mengganti Susu Formula?
Mengganti susu formula biasanya dilakukan karena beberapa alasan. Menurut Happy Family Organics, salah satu penyebab utama adalah kondisi medis tertentu, seperti alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa.
Selain itu, pergantian juga bisa terjadi karena faktor pertumbuhan. Seiring bertambahnya usia bayi, kebutuhan nutrisinya juga berubah. Misalnya, bayi yang awalnya mengonsumsi susu formula untuk bayi baru lahir (infant formula) akan beralih ke formula lanjutan (follow-on formula) setelah mencapai usia tertentu.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti Susu Formula?
Dikutip dari Nutricia New Zealand, penggantian susu formula sebaiknya dilakukan dalam beberapa kondisi berikut:
Saat usia bayi bertambah: Biasanya, bayi mengonsumsi infant formula hingga usia 6 bulan, lalu beralih ke follow-on formula untuk usia 6-12 bulan. Setelah memasuki usia 1 tahun, beberapa anak mungkin memerlukan toddler formula jika asupan makanannya belum mencukupi.
Rekomendasi dokter: Jika bayi mengalami kondisi medis seperti alergi protein susu sapi, intoleransi laktosa, atau gangguan pencernaan, dokter mungkin menyarankan penggantian susu formula dengan jenis yang lebih sesuai, seperti formula hypoallergenic atau bebas laktosa.
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi khusus: Orang tua bisa mengganti formula jika ingin memberikan nutrisi tambahan, misalnya formula dengan probiotik, bebas gula tambahan, atau kandungan khusus yang mendukung pencernaan dan daya tahan tubuh bayi.
Tanda-Tanda Bayi Tidak Cocok dengan Susu Formula
Raising Children Network menekankan pentingnya mengenali tanda ketidakcocokan susu formula. Beberapa indikasi yang sering muncul antara lain:
Ruam atau gatal pada kulit
Muntah berlebihan atau diare berkepanjangan
Rewel terus-menerus tanpa sebab jelas
Perut kembung atau sering buang angin
Jika gejala ini muncul secara konsisten, segera konsultasikan ke dokter sebelum mengganti susu. Jangan asal berpindah produk tanpa arahan medis, karena setiap bayi memerlukan penanganan berbeda.
Jenis Susu Formula
Mengutip Happy Family Organics, ada beberapa kategori susu formula di pasaran, yakni:
Susu Formula Berbasis Susu Sapi: Paling umum digunakan, tetapi tidak cocok untuk bayi yang alergi protein susu sapi.
Susu Formula Berbasis Kedelai: Alternatif bagi bayi intoleran laktosa.
Susu Formula Hipoalergenik (HA): Untuk bayi dengan risiko alergi tinggi.
Susu Formula Terhidrolisis : Direkomendasikan untuk bayi alergi parah.
Tips Mengganti Susu Formula dengan Aman
Pergantian susu formula sebaiknya dilakukan secara bertahap. Caranya, campur susu lama dengan susu baru dalam beberapa hari hingga bayi terbiasa. Misalnya, hari pertama gunakan perbandingan 75% susu lama dan 25% susu baru, kemudian tingkatkan porsi susu baru secara bertahap.
Selain itu, perhatikan reaksi bayi. Jika muncul tanda-tanda alergi atau masalah pencernaan yang tidak membaik, segera hentikan penggunaan susu baru dan konsultasikan ke tenaga medis.
Kesimpulan
Mengganti susu formula adalah hal yang wajar selama dilakukan dengan alasan tepat, seperti bertambahnya usia bayi, perubahan kebutuhan nutrisi, atau kondisi medis tertentu. Proses ini sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil memantau reaksi bayi untuk memastikan adaptasi berjalan lancar. Dengan memilih formula yang sesuai, bayi dapat tetap memperoleh nutrisi optimal untuk tumbuh kembangnya.
Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak Balita Lengkap Berdasarkan Usianya
