Konten dari Pengguna

Jadwal Imunisasi Anak Balita Lengkap Berdasarkan Usianya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi imunisasi anak. Foto: Gorloff-KV/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi imunisasi anak. Foto: Gorloff-KV/Shutterstock

Pemberian vaksin pada anak harus dilakukan sesuai jadwal imunisasi anak balita agar perlindungan yang diberikan optimal. Imunisasi ini berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit berbahaya. Agar tidak ada vaksin yang terlewat, orang tua wajib memahami jadwal imunisasi seperti yang dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut. Simak panduan lengkapnya berdasarkan usia anak di bawah ini.

Daftar isi

1. Imunisasi Anak Balita Usia 0-6 Bulan

Pada usia ini, imunisasi yang diberikan termasuk ke dalam imunisasi wajib. Beberapa daftar imunisasi untuk anak usia 0-6 bulan antara lain:

  • Hepatitis B: Diberikan dalam 24 jam setelah lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan.

  • DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus): Diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

  • BCG (Bacillus Calmette Guerin): Diberikan satu kali pada usia 0–1 bulan.

  • HiB (Haemophilus influenzae type b): Diberikan usia 2, 3, dan 4 bulan.

  • Polio: Polio tetes diberikan saat bayi lahir, dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

  • PCV (Pneumokokus): Diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

  • Rotavirus: Jika menggunakan vaksin monovalen: dosis pertama usia 6–12 minggu, dosis kedua usia 24 minggu. Jika vaksin pentavalen: diberikan mulai usia 6–12 minggu, selanjutnya pada 4–10 minggu, dan dosis terakhir maksimal usia 32 minggu.

2. Imunisasi Anak Balita Usia 6-12 Bulan

Anak membutuhkan vaksin untuk memperluas perlindungan tubuhnya terhadap penyakit menular. Jenis imunisasi yang diberikan antara lain:

  • Influenza: Dosis pertama pada usia 6 bulan, lalu diulang setiap tahun.

  • Japanese Encephalitis (JE): Diberikan khusus untuk daerah endemis. Dosis pertama pada usia 9 bulan, dilanjutkan pada usia 2 tahun.

  • MMR (Measles Mumps Rubella): Diberikan saat bayi berusia 9 bulan, dilanjutkan dengan booster pada umur 15-18 bulan dan 5-7 tahun.

3. Imunisasi Anak Balita Usia 12-24 Bulan

Daftar imunisasi yang diberikan untuk anak usia 12-24 bulan mencakup:

  • Hepatitis A: Dosis pertama saat usia 12 bulan, dosis kedua diberikan 6–12 bulan setelahnya.

  • Varisela: Diberikan 2 kali saat usia 12–18 bulan, dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan antara dosis.

4. Imunisasi Anak Usia 2-18 Tahun

Meskipun sudah melewati masa balita, imunisasi masih tetap dibutuhkan sebagai booster atau untuk melindungi dari infeksi. Beberapa vaksinnya antara lain:

  • Tifoid: Diberikan saat usia 2 tahun, dan bisa diulang setiap 3 tahun.

  • Dengue: Diberikan pada rentang usia 6-18 tahun sebanyak 2 dosis, dengan interval 3 bulan antar dosis.

  • HPV: Diberikan 2 kali pada anak perempuan usia 9–14 tahun, dengan jarak antara dua dosis adalah 6–15 bulan.

4. Manfaat Imunisasi bagi Kesehatan Anak

Imunisasi tidak hanya mencegah anak dari sakit tetapi juga melindungi orang lain di sekitarnya. Berikut beberapa manfaat utamanya:

  • Mencegah penyakit infeksi berbahaya, seperti polio, TBC, hepatitis, hingga campak.

  • Memberi perlindungan bagi orang sekitar dan mengurangi penyebaran penyakit menular.

  • Mengurangi penggunaan antibiotik berlebihan, sehingga menurunkan risiko resistensi obat.

Baca Juga: 5 Dampak Anak Tidak Imunisasi yang Perlu Diketahui Orang Tua

(SA)