Konten dari Pengguna

7 Penyebab Anak Kucing Mencret yang Mesti Diwaspadai Adopter

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak kucing. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kucing. Foto: Shutterstock

Kebanyakan anak kucing pernah mengalami mencret atau diare, mulai dari kasus yang ringan hingga serius. Sebenarnya, apa penyebab anak kucing mencret? Berikut rangkuman jawabannya dari laman PetMD:

  1. Infeksi bakteri, seperti escherichia coli (e. coli) atau salmonella.

  2. Infeksi virus, seperti feline parvoviru, herpes kucing, hingga rotavirus yang dapat menular ke manusia.

  3. Parasit di usus atau cacingan. Lihat penjelasan lebih lengkap tentang cacingan pada anak kucing dalam artikel ini.

  4. Stres, kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak kucing dan menyebabkan diare.

  5. Perubahan pola makan. Mencoba makanan baru terlalu cepat atau mengonsumsi camilan terlalu banyak dapat menyebabkan radang pada usus anak kucing sehingga mereka mencret.

  6. Mengonsumsi racun, seperti shampo, detergen cair, pelembut pakaian, atau sejenisnya.

  7. Makan tali atau benda lain yang tidak dapat dicerna. Benda itu dapat mengiritasi lambung dan usus anak kucing sehingga menyebabkan muntah atau diare.

Daftar isi

Kenapa Anak Kucing Diare Berdarah?

Penyebab diare berdarah pada anak kucing adalah infeksi sejumlah bakteri, seperti salmonella, clostridium, dan campylobacter. Selain itu, bisa juga karena parasit usus seperti coccidia, tritrichomonas foetus, giardia, dan cacing cambuk.

Darah pada feses anak kucing juga dapat disebabkan oleh kerusakan dan peradangan pada usus besar dan kolon. Pada intinya, darah pada feses anak kucing adalah tanda adanya infeksi yang lebih serius pada tubuhnya.

Bagaimana Cara Mengobati Anak Kucing Mencret?

Dikutip dari PetMD, jika anak kucing Anda berusia lebih dari 4 bulan, lalu satu-satunya gejala yang dialaminya hanya mencret, cobalah pendekatan berikut untuk mengobatinya:

  • Berikan makanan hambar, seperti nasi putih yang dicampur dengan dada ayam rebus tanpa tulang dan kulit. Berikan dalam porsi kecil tapi sering.

  • Tambahkan probiotik ke dalam makanannya untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Kamu bisa baca artikel ini untuk memahami secara komprehensif manfaat probiotik bagi anak kucing.

Kapan Membawa Anak Kucing ke Dokter Hewan?

Mengutip The Spruce Pets, segera bawa anak kucing ke dokter hewan jika mereka mengalami kondisi berikut:

Ilustrasi anak kucing mengalami diare.
  • Usia anak kucing masih di bawah usia 4 bulan.

  • Anak kucing berusia lebih dari 4 bulan dengan diare lebih dari 2 hari.

  • Diare disertai gejala lain, seperti berkurangnya nafu makan atau lesu.

  • Anda menduga anak kucing memakan sesuatu yang tidak seharusnya, seperti racun atau tali.

  • Ada darah pada feses anak kucing.

  • Anak kucing menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

Jika diare yang hanya terjadi sekali, atau penyebab diare adalah stres dan perubahan pola makan, maka tidak perlu terlalu khawatir. Sebab, anak kucing akan pulih dengan sendirinya, asalkan mereka dijauhkan dari pemicu stres, lalu pola makannya disesuaikan lagi.

Baca Juga: 7 Penyebab Anak Kucing Muntah Putih yang Paling Umum

Kesimpulan

  • Kebanyakan diare pada anak kucing disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti escherichia coli (e. coli) atau salmonella.

  • Stres dan perubahan pola makan dapat membuat anak kucing diare.

  • Feses anak kucing yang berdarah adalah tanda adanya infeksi yang lebih serius pada tubuhnya.

  • Jika anak kucing berusia lebih dari 4 bulan, lalu satu-satunya gejala yang dialaminya hanya mencret, maka Anda bisa memberikan perawatan di rumah.

  • Jika anak kucing berusia di bawah 4 bulan diare, segera bawa ke dokter.

  • Jika anak kucing berusia lebih dari 4 bulan dan mengalami diare lebih dari 2 hari, segera bawa ke dokter.