7 Penyebab Anak Kucing Muntah Putih yang Paling Umum

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab anak kucing muntah putih biasanya karena perut kosong atau kelaparan. Hal ini umumnya tidak berbahaya, tetapi jika anak kucing muntah terus menerus terdapat beberapa indikasi sebagaimana dijelaskan Veteris.
Gastritis atau iritasi lambung: Lambung mengalami peradangan yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti reaksi terhadap pengobatan (seperti kortikosteroid atau NSAID), penyakit ginjal kronis, atau infeksi bakteri.
Hairball: Saat kucing membersihkan diri dan menjilati diri mereka sendiri, bulunya akan rontok dan tak sengaja tertelan.
Makan tertalu cepat: Saat kucing memakan makanannya dengan cepat, ia juga menghirup banyak udara. Udara ini menyebabkan perut dan usus kembung.
Menelan benda asing: Bila makanan tersebut tak dapat dicerna dan tersangkut di saluran lambung atau usus halus, kucing mungkin akan memuntahkan makanan tersebut beserta cairan empedunya.
Terinfeksi racun: Menjilati atau menelan bahan kimia tertentu atau tanaman yang bersifat iritan dapat menyebabkan sariawan, radang pada saluran pencernaan bagian atas, dan muntah.
Masalah Pernapasan: Jika anak kucing muntah setelah tersedak, ini bisa menjadi pertanda masalah pernapasan.
Parasit: Anak kucing yang tertular parasit akan mengalami beberapa gejala seperti muntah, diare, bulu kusam, rasa lapar berlebihan, dan perut kembung.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Anak Kucing Muntah Putih?
Merujuk Animal Care Center of Castle Pines, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama dalam mengatasi anak kucing yang mengalami muntah putih:
Berikan camilan kecil atau wet food sebelum sarapan untuk mencegah perut kosong.
Sikat bulu rutin untuk kurangi hairball.
Beri porsi makan kecil, hindari makan tergesa-gesa.
Pastikan hidrasi cukup.
Amati frekuensi muntah dan catat jika berulang.
Kapan Harus Membawa Anak Kucing Muntah Putih ke Dokter Hewan?
Muntah putih sesekali biasanya tak berbahaya. Namun, Veteris menyarankan ke pemilik anak kucing untuk segera berkonsultasi ke dokter hewan jika frekuensi muntah meningkat. Misalnya, lebih dari 3x dalam 24 jam) atau disertai gejala lain seperti:
Lesu.
Diare.
Penurunan berat badan.
Cara Memberikan Nutrisi yang Tepat untuk Mencegah Muntah Putih pada Anak Kucing
Menurut PetMD, memilih makanan yang mudah dicerna dan seimbang secara nutrisi dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan. Berkonsultasi dengan dokter hewan bisa membantu menentukan makanan terbaik sesuai kebutuhan anak kucing.
Tips Membersihkan Anak Kucing yang Muntah Putih
Berikut beberapa tips dari Team Green Clean yang bisa diterapkan untuk membersihkan anak kucing yang muntah putih.
Lap muntahan. Jika jumlahnya banyak, gunakan tisu dapur dan serap sebanyak mungkin kotoran padat.
Taburkan soda kue ke seluruh noda. Soda kue akan menetralkan empedu yang menyebabkan munculnya noda kekuningan.
Vakum residu jika muntah di kain yang telah menyerap noda muntahan.
Saat menggunakan pembersih cair, tuangkan atau semprotkan ke handuk, kain lap, atau tisu dapur berwarna terang untuk menyerap residu. Jangan langsung menuangkannya ke serat karpet.
Kesimpulan
Muntah putih umumnya terjadi akibat perut kosong atau kelaparan, iritasi lambung, menelan hairball, hingga terjangkit parasit.
Segera bawa ke dokter hewan jika muntah lebih dari satu kali daram kurun waktu 24 jam atau disertai gejala lesu, diare, dan penurunan berat badan.
Memilih makanan yang mudah dicerna dan seimbang secara nutrisi dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan pada anak kucing.
Bersihkan noda muntahan anak kucing dengan tisu, soda kue, alat vakum, dan cairan pembersih.
Baca Juga: Penyebab Anak Kucing Kejang Saat Tidur dan Cara Menanganinya
