8 Jenis Burung Kicau dengan Suara Merdua di Dunia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian besar spesies burung tergolong sebagai burung kicau. Namun, tidak semua di antaranya banyak berkicau atau memiliki suara yang merdu. Burung kicau umumnya memiliki organ vokal yang lebih berkembang dibanding jenis burung lain, sehingga mampu menghasilkan beragam irama. Mereka dapat ditemukan di berbagai habitat, seperti kebun, taman, hingga hutan. Kicauannya berfungsi untuk menarik pasangan sekaligus menandai wilayah kekuasaannya. Simak pembahasan berikut untuk mengenal berbagai jenis burung kicau berdasarkan laman SongBird Survival dan Natural History Museum.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Burung Pipit Rumah (Passer domesticus)
Burung pipit rumah atau house sparrow memiliki kicauan yang lama. Pipit jantan memiliki mahkota abu-abu muda, punggung merah kecokelatan, dan bagian bawah abu-abu. Sedangkan, betinanya memilih mahkota berwarna kuning kecokelatan dan punggung cokelat kusam. Mereka memakan biji-bijian, buah beri, tunas, dan serangga kecil.
2. Burung Mockingbird (Mimus polyglottos)
Burung mockingbird berwarna abu-abu dengan garis putih mencolok pada ekornya. Dikenal sangat cerdas, burung ini mampu menirukan berbagai jenis suara, mulai dari kicauan burung lain hingga bunyi alarm mobil. Makanan utamanya adalah serangga dan buah beri yang sering ditemukan di kebun.
3. Burung Cardinal (Cardinalis cardinalis)
Burung bertubuh mungil ini sangat mudah dikenali karena warnanya yang mencolok. Kardinal jantan memiliki bulu merah cerah, sementara betinanya berwarna cokelat pucat dengan semburat merah di bagian sayap. Ciri khas lainnya adalah paruh tebal yang membantu mereka memecahkan biji dan kacang.
4. Burung Blackbird (Turdus merula)
Burung hitam ini dikenal karena nyanyiannya yang lembut dan bernada seperti seruling, sering diakhiri dengan nada tinggi yang melengking. Jantan memiliki bulu hitam mengilap, paruh kuning, serta lingkar mata berwarna kuning. Sementara betina berwarna cokelat kehitaman dengan bintik-bintik halus di tenggorokan. Blackbird tersebar luas di Eropa, Asia Selatan, dan sebagian Afrika Utara, terutama di taman, kebun, dan area pemukiman.
5. Burung Hermit Thrush (Catharus guttatus)
Hermit Thrush dikenal karena suaranya yang indah seperti alunan seruling. Burung kecil ini sering berkicau dari pagi hingga malam hari. Mereka hidup di hutan boreal, hutan gugur, dan kawasan pegunungan. Bentuk tubuhnya agak gemuk dengan kepala bulat dan paruh ramping. Bagian atas tubuh berwarna cokelat tua, sedangkan bagian bawahnya putih dengan bintik-bintik cokelat gelap yang khas.
6. Burung Kenari (Serinus canaria)
Burung kenari berasal dari Azores, Madeira, dan Kepulauan Canary di Samudra Atlantik. Ia mudah dikenali dari badannya yang berwarna kuning dengan sayap gelap. Umur rata-rata burung kenari yang dipelihara dalam kurung umumnya mencapai 10 hingga 15 tahun.
7. Burung Song Thrush (Turdus philomelos)
Song Thrush memiliki kicauan berirama dengan pola nada pendek yang diulang dua hingga empat kali. Mereka hidup di kebun, taman, serta pepohonan di hutan. Burung ini berperut bulat dengan ekor pendek. Warna bulunya cokelat polos di bagian atas dan kekuningan di bagian bawah, dihiasi bintik-bintik hitam memanjang. Spesies ini tersebar di Eropa Tengah, Eropa Utara, serta Asia Tengah.
8. Burung Nightingale (Luscinia megarhynchos)
Nightingale dikenal sebagai burung kicau dengan suara merdu. Tubuh bagian atasnya berwarna cokelat seragam, dengan bagian bawah yang lebih terang keabu-abuan. Ekornya berwarna merah kecokelatan. Mereka memakan berbagai jenis invertebrata, belatung, dan buah beri. Habitat favoritnya adalah taman, semak belukar dengan tanah yang lembap, serta hutan.
Baca Juga: 8 Burung yang Bisa Bicara dengan Jelas, Cocok Jadi Peliharaan Pintar
(SA)
