Konten dari Pengguna

9 Ciri-Ciri Hormon Tidak Seimbang pada Perempuan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri hormon tidak seimbang pada perempuan Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri hormon tidak seimbang pada perempuan Foto: Unsplash

Hormon memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental perempuan. Keseimbangan hormon memengaruhi siklus menstruasi, suasana hati, energi, hingga kesehatan kulit. Namun, tidak jarang perempuan mengalami kondisi hormon yang tidak seimbang akibat faktor gaya hidup, stres, pola makan, hingga kondisi medis tertentu. Berikut ciri-ciri hormon tidak seimbang pada perempuan yang penting diketahui agar bisa melakukan penanganan lebih cepat sebelum menimbulkan dampak serius.

Daftar isi

1. Perubahan Pola Menstruasi

Menurut Office on Women’s Health, U.S. Department of Health & Human Services, hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil dapat menyebabkan menstruasi terlambat, lebih cepat, terlalu lama, atau bahkan tidak datang sama sekali. Perempuan yang mengalami menstruasi tidak teratur secara konsisten sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

2. Perubahan Suasana Hati dan Mudah Cemas

Hormon memiliki peran besar dalam mengatur emosi. Harvard Medical School menjelaskan bahwa ketidakseimbangan hormon, terutama estrogen, bisa memengaruhi kadar serotonin di otak yang bertugas mengatur suasana hati. Akibatnya, perempuan lebih mudah merasa cemas, depresi ringan, atau mengalami perubahan mood yang drastis tanpa sebab yang jelas.

3. Masalah pada Berat Badan

Hormon juga memengaruhi metabolisme tubuh. Ketika hormon tiroid, insulin, atau kortisol tidak seimbang, perempuan bisa mengalami kenaikan berat badan yang signifikan atau justru sulit menambah berat badan meskipun sudah makan cukup. Mayo Clinic menyebut bahwa resistensi insulin atau gangguan tiroid adalah dua kondisi medis yang sering berkaitan dengan gejala ini.

4. Gangguan Tidur atau Insomnia

Tidur berkualitas erat kaitannya dengan keseimbangan hormon. Menurut National Sleep Foundation, rendahnya kadar progesteron dapat membuat perempuan lebih sulit untuk tidur nyenyak. Selain itu, tingginya kadar kortisol akibat stres juga bisa menyebabkan insomnia dan kelelahan di siang hari.

5. Jerawat yang Tidak Kunjung Hilang

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa kadar androgen yang tinggi dapat memicu produksi minyak berlebih, sehingga jerawat lebih mudah muncul, terutama di area dagu dan rahang. Jerawat hormonal biasanya sulit hilang dengan perawatan kulit biasa dan cenderung kambuh setiap bulan.

6. Rambut Rontok Berlebihan

Selain kulit, rambut juga dipengaruhi oleh hormon. Menurut Cleveland Clinic, ketidakseimbangan hormon seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) dapat menyebabkan rambut rontok berlebihan atau bahkan penipisan rambut di bagian tertentu. Kondisi ini sering kali disertai pertumbuhan rambut berlebih di area wajah atau tubuh.

7. Rasa Lelah yang Tidak Wajar

Perempuan dengan hormon yang tidak seimbang sering kali merasa lelah meskipun sudah cukup tidur. Johns Hopkins Medicine menyebut bahwa kadar tiroid yang rendah (hipotiroidisme) dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh merasa lemas dan tidak bertenaga sepanjang hari.

8. Penurunan Libido

Keseimbangan hormon juga berpengaruh pada gairah seksual perempuan. Menurut Cleveland Clinic, rendahnya kadar estrogen dan testosteron dapat menurunkan libido, menyebabkan vagina terasa kering, serta membuat hubungan intim terasa tidak nyaman.

9. Masalah Pencernaan

Gejala ketidakseimbangan hormon juga bisa muncul dalam bentuk gangguan pencernaan. Harvard Health Publishing mencatat bahwa estrogen dan progesteron berhubungan langsung dengan sistem pencernaan, sehingga ketidakseimbangannya bisa memicu perut kembung, sembelit, atau diare, terutama menjelang menstruasi.

Baca juga: 8 Tips Menjaga Kualitas Tidur untuk Perempuan Sibuk

(NDA)