Konten dari Pengguna

9 Laptop Buatan Indonesia yang Berkualitas Internasional

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laptop buatan Indonesia. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laptop buatan Indonesia. Foto: Unsplash

Siapa bilang laptop buatan Indonesia kalah kualitas sama produk luar? Perkembangan industri teknologi Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir memang cukup membanggakan, termasuk dalam produksi laptop. Banyak brand lokal yang sudah membuktikan kalau mereka mampu bersaing di pasar domestik bahkan internasional dengan menawarkan spesifikasi mumpuni dan harga yang kompetitif. Artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai laptop-laptop buatan Indonesia untuk kamu jadikan referensi jika sedang cari perangkat buatan dalam negeri.

Daftar isi

1. Potensi Pasar Laptop di Indonesia yang Terus Berkembang

Pasar laptop di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren digitalisasi dan kebutuhan perangkat komputasi yang meningkat jadi faktor pendorong utama pertumbuhan ini.

Merujuk informasi dari Statista, pasar laptop di Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5.07% dari tahun 2025 hingga 2029, dengan volume pasar yang diperkirakan mencapai US$0.8 miliar di tahun 2029.

Sementara itu, Mordor Intelligence mencatat bahwa pasar perangkat di Indonesia secara keseluruhan diperkirakan mencapai USD 12.20 miliar di tahun 2025 dan tumbuh dengan CAGR 1.9% hingga mencapai USD 13.40 miliar di tahun 2030.

2. Spesifikasi Teknis yang Ditawarkan Produk Lokal

Teknologi yang digunakan produsen lokal umumnya berasal dari komponen global seperti prosesor Intel atau AMD, memori dari brand ternama, dan storage SSD yang udah jadi standar industri. Ini memastikan kualitas dan performa yang reliable untuk berbagai kebutuhan. Berikut spesifikasi umum laptop lokal berdasarkan segmen:

  • Entry-Level (3-5 juta): Prosesor Intel Celeron atau AMD A-Series, RAM 4GB, SSD 256GB, layar 14 inci HD.

  • Mid-Range (5-8 juta): Prosesor Intel Core i3/i5 atau AMD Ryzen 3/5, RAM 8GB, SSD 512GB, layar Full HD IPS.

  • Premium (8-12 juta): Prosesor Intel Core i5/i7 atau AMD Ryzen 5/7, RAM 16GB, SSD 512GB-1TB, layar Full HD dengan color accuracy yang bagus.

  • Gaming Series (12 juta ke atas): Prosesor Intel Core i7 atau AMD Ryzen 7, RAM 16GB DDR4/DDR5, dedicated GPU NVIDIA GTX/RTX series, display 120Hz+.

3. Laptop Buatan Indonesia yang Bersaing di Pasar Nasional

Indonesia memiliki beberapa brand laptop lokal yang namanya cukup dikenal dan produknya banyak digunakan masyarakat. Masing-masing brand punya posisi dan target pasar tersendiri untuk bersaing. Brand-brand ini tidak hanya fokus di pasar domestik, tapi juga mulai merambah ekspor. Berikut daftar laptop lokal Indonesia.

Axioo

Axioo adalah merek teknologi lokal Indonesia yang memproduksi berbagai perangkat, termasuk laptop dan tablet. Produk-produknya yang memenuhi syarat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencerminkan komitmen terhadap industri lokal. Berikut beberapa produknya:

  • Axioo MyBook Hype R3 OLED: Laptop ini menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau, dilengkapi layar OLED 14 inci, RAM LPDDR5 24 GB, dan bobot di bawah 1 kg. Ditenagai prosesor Intel Core i3, baterainya mampu bertahan hingga 6,5 jam untuk penggunaan ringan.

  • Axioo MyBook Hype 1: Tersedia dengan prosesor Celeron N4020, RAM 4 GB, dan penyimpanan 128 GB SSD. Laptop ini cocok untuk penggunaan dasar seperti pelajar atau kerja ringan.

  • Axioo Pongo 725: Laptop ini masuk dalam daftar rekomendasi laptop lokal terbaik untuk tahun 2025.

Zyrex

Zyrex adalah perusahaan komputer asal Indonesia yang didirikan pada tahun 1996. Perusahaan ini bekerja sama dengan Pegatron untuk memproduksi laptop di Indonesia. Berikut beberapa produknya:

  • Zyrex L-Book 14": Laptop ini ideal untuk kebutuhan dasar pelajar dan pengguna kasual. Dengan desain yang menarik dan harga yang terjangkau, laptop ini cocok untuk kegiatan belajar atau pekerjaan ringan.

  • Zyrex Chromebook: Tersedia dalam beberapa varian seperti Chromebook M432 dan Chromebook 360-1. Laptop ini menggunakan sistem operasi Chrome OS, cocok untuk pelajar dan produktivitas ringan.

  • Zyrex Cruiser: Merek ini juga memiliki seri notebook Cruiser dengan berbagai pilihan prosesor, mulai dari Core i3 hingga i5.

Advan

Advan merupakan perusahaan teknologi asal Jakarta yang memproduksi berbagai perangkat digital, termasuk laptop. Merek ini dikenal dengan produk yang terjangkau. Berikut beberapa produknya:

  • Advan Workplus: Laptop ini adalah salah satu yang direkomendasikan sebagai laptop lokal terbaik di tahun 2025.

  • Advan Laptop Soulmate Plus: Laptop ini juga masuk dalam daftar rekomendasi laptop lokal dengan harga terjangkau.

  • Advan Laptop Gaming Pixwar x Transformers: Merek ini juga menyasar pasar gaming dengan varian laptopnya.

4. Tips Memilih Laptop Buatan Indonesia yang Tepat

Saat Anda memutuskan untuk membeli laptop buatan Indonesia, lakukan riset yang cermat untuk memastikan Anda mendapatkan produk terbaik. Jangan hanya tergiur harga murah, tetapi perhatikan juga beberapa hal berikut:

  • Cek review pengguna. Cari ulasan dari pengguna independen atau situs teknologi lokal untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai performa, daya tahan baterai, dan kualitas keyboard-nya.

  • Pastikan garansi resmi. Verifikasi masa garansi dan lokasi service center terdekat. Kemudahan klaim garansi adalah keuntungan besar dari produk lokal.

  • Sesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan. Jika digunakan untuk keperluan kantor atau belajar, minimal prosesor Intel Core i3 atau Ryzen 3, RAM 8GB, serta SSD 256GB agar kinerja tetap lancar. Namun, untuk aktivitas yang lebih berat seperti desain grafis atau coding, sebaiknya pilih laptop dengan prosesor Intel Core i5 atau Ryzen 5, RAM 16GB, SSD 512GB..

Baca juga: 6 Laptop Touchscreen Terbaik 2025: Gabungan Fungsi dan Fleksibilitas

(NDA)