Konten dari Pengguna

Apa Itu Dwarf Planet? Ini Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi planet. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi planet. Foto: Pexels

Dwarf planet (planet kerdil) adalah jenis benda langit yang mengorbit Matahari dan memiliki bentuk hampir bulat, tetapi tidak memenuhi seluruh syarat untuk disebut sebagai planet. Lantas, apa itu dwarf planet yang sebenarnya? Supaya dapat mengenal lebih jauh seputar planet kerdil tersebut, simak penjabaran selengkapnya di artikel berikut mengenai pengertian, karakteristik, contoh, hingga perbedannya dengan planet yang ada di tata surya.

Daftar isi

1. Penertian Dwarf Planet

Menurut NASA Science, dwarf planet adalah objek langit yang mengorbit Matahari, memiliki bentuk hampir bulat karena gravitasinya sendiri, tetapi belum mampu membersihkan orbitnya dari benda-benda lain di sekitarnya. Artinya, di sepanjang lintasan orbitnya masih terdapat banyak objek lain dengan ukuran yang signifikan.

2. Karakteristik Dwarf Planet

Terdapat beberapa kriteria yang ditetapkan oleh Uni Astronomi Internasional (IAU) agar suatu benda langit dapat diklasifikasikan sebagai dwarf planet, yaitu:

  • Mengorbit Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya.

  • Memiliki massa yang cukup besar untuk membentuk wujud hampir bulat akibat gravitasinya sendiri. Berbeda dengan asteroid yang umumnya berbentuk tidak beraturan.

  • Tidak mampu membersihkan lingkungan orbitnya dari benda langit lain yang bermassa signifikan, kecuali satelit alaminya seperti bulan.

3. Contoh Dwarf Planet di Tata Surya

Berikut beberapa contoh planet kerdil yang ditemukan berdasarkan laman Royal Museums Greenwich:

  • Pluto: Sejak tahun 2006, Pluto resmi diklasifikasikan sebagai dwarf planet. Objek ini berada di Sabuk Kuiper dan memiliki orbit yang miring serta eksentrik. Komposisinya terdiri dari es dan batuan.

  • Eris: Memiliki kemiripan dengan Pluto dalam hal komposisi, termasuk adanya endapan es metana di permukaannya. Namun, ukurannya sedikit lebih besar dari Pluto. Planet kerdil ini memiliki orbit yang sangat miring serta eksentrik di Sabuk Kuiper.

  • Haumea: Memiliki bentuk memanjang yang unik, diduga akibat rotasinya yang sangat cepat. Planet kerdil ini juga memiliki cincin dan beberapa satelit, serta lokasinya berada di Sabuk Kuiper.

  • Makemake: Dikenal memiliki warna kemerahan dan merupakan salah satu objek terang di Sabuk Kuiper.

  • Ceres: Dikategikan sebagai planet kerdil terkecil di tata surya. Berbeda dari yang lain, Ceres berada di Sabuk Asteroid antara Mars dan Jupiter.

4. Perbedaan Dwarf Planet dan Planet

Berikut perbedaan utama antara planet dan dwarf planet:

  • Ukuran dan Massa: Planet umumnya memiliki ukuran dan massa yang lebih besar sehingga gravitasinya cukup kuat untuk membentuk wujud yang bulat. Sementara itu, planet kerdil juga berbentuk hampir bulat, tetapi tidak memiliki pengaruh gravitasi yang dominan.

  • Pengaruh Gravitasi: Planet mampu membersihkan jalur orbitnya dari objek lain saat mengelilingi Matahari, sedangkan planet kerdil tidak memiliki pengaruh gravitasi sebesar itu.

Baca Juga: Perbedaan Planet dan Bintang di Alam Semesta dari Segi Karakteristiknya

(SA)