Konten dari Pengguna

Apa Itu Flare Matahari? Ini Definisi, Klasifikasi, Dampak, dan Siklus Terjadinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi flare matahari. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi flare matahari. Foto: Unsplash

Flare matahari atau solar flare adalah peristiwa alam berupa ledakan besar yang terjadi di permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan energi dan radiasi yang sangat kuat ke luar angkasa. Meskipun Matahari berada sangat jauh dari Bumi, efek dari flare matahari tetap bisa dirasakan, terutama pada peralatan teknologi yang kita gunakan sehari-hari. Untuk mengenal apa itu flare matahari lebih dalam, simak uraian ini hingga tuntas.

Daftar isi

Definisi Flare Matahari

Flare matahari adalah pelepasan energi secara tiba-tiba yang berasal dari atmosfer Matahari. Menurut European Space Agency (ESA), flare terjadi ketika energi besar yang tersimpan dalam medan magnet Matahari dilepaskan secara mendadak.

Medan magnet ini biasanya berada di sekitar bintik matahari. Dalam waktu singkat, energi tersebut memanaskan material hingga jutaan derajat dan menghasilkan radiasi dari gelombang radio sampai sinar gamma.

UCAR Center for Science Education menjelaskan proses ini dengan analogi karet gelang. Ketika karet dipelintir terlalu kuat, karet akan putus dan melepaskan energi. Hal serupa terjadi pada medan magnet Matahari yang kusut.

Klasifikasi Flare Matahari

Flare matahari adalah ledakan energi besar dari Matahari yang bisa memengaruhi Bumi. Berdasarkan penjelasan NASA, flare matahari dibagi ke dalam lima kelas, yaitu A, B, C, M, dan X.

Kelas A merupakan flare paling lemah dan hampir tidak berdampak, sedangkan kelas X adalah yang paling kuat dan berpotensi menimbulkan gangguan serius.

Mengutip informasi dari Space, perbedaan setiap kelas menunjukkan lonjakan kekuatan energi hingga sepuluh kali lipat. Dengan kata lain, flare kelas X jauh lebih kuat dibandingkan kelas di bawahnya.

Dampak Flare Matahari

Radiasi yang dilepaskan oleh flare Matahari bergerak sangat cepat, secepat cahaya, sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk sampai ke Bumi. Menurut European Space Agency (ESA), radiasi ini pun dapat memengaruhi ionosfer, yaitu lapisan udara paling atas di sekitar Bumi yang berperan penting dalam menghantarkan sinyal komunikasi radio.

Merujuk UCAR Center for Science Education, flare Matahari yang sangat kuat bisa mengganggu sinyal radio, terutama di wilayah Bumi yang sedang menghadap Matahari. Hal ini terjadi karena ionosfer menjadi terlalu aktif dan mengacaukan jalur sinyal.

Gangguan tersebut dikategorikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dalam skala R1 hingga R5. Skala R5 merupakan tingkat gangguan paling parah, yang dapat menyebabkan sinyal radio terputus total selama beberapa jam.

Siklus Flare Matahari

Matahari tidak selalu berada dalam kondisi yang sama setiap waktu. Ada periode tertentu ketika aktivitas Matahari meningkat dan menghasilkan lebih banyak ledakan energi yang dikenal sebagai flare matahari.

Menurut NASA, peningkatan jumlah flare matahari ini terjadi secara alami setiap sekitar 11 tahun, yaitu saat Matahari berada pada puncak siklus aktivitasnya. Pada fase ini, Matahari menjadi jauh lebih aktif dibandingkan periode normal.

Sejalan dengan itu, situs pemantau aktivitas Matahari SpaceWeatherLive mencatat bahwa selama masa puncak siklus Matahari, flare matahari bisa muncul lebih dari satu kali dalam sehari. Ledakan ini melepaskan energi dan partikel bermuatan yang dapat memengaruhi kondisi ruang angkasa di sekitar Bumi.

Baca juga: 3 Penyebab Daun Cepat Layu di Bawah Sinar Matahari Langsung

(NDA)