Konten dari Pengguna

Apakah Susu UHT Aman untuk Anak 1 Tahun? Ini Penjelasan Lengkapnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak 1 tahun minum susu UHT. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak 1 tahun minum susu UHT. Foto: Shutter Stock

Masa transisi dari ASI atau susu formula ke susu sapi dan alternatif lainnya merupakan tahapan penting dalam perkembangan anak. Namun, banyak orang tua yang masih bingung: apakah susu UHT aman untuk anak 1 tahun?

Susu UHT (Ultra High Temperature) dikenal praktis, tahan lama, dan mudah ditemukan. Tapi bagaimana dengan kandungan gizinya untuk balita? Penting bagi orang tua untuk memahami manfaat sekaligus batasan dari jenis susu ini sebelum menjadikannya sebagai bagian dari menu harian si kecil.

Apa Itu Susu UHT dan Bagaimana Prosesnya?

Susu UHT merujuk pada susu sapi yang telah dipanaskan pada suhu sangat tinggi, sekitar 135-150°C selama 2-5 detik, untuk membunuh mikroorganisme berbahaya. Menurut laman International Dairy Foods Association (IDFA), proses ini dikenal juga sebagai ultra-pasteurization.

Dengan membunuh mikroorganisme berbahaya, susu lebih tahan lama tanpa pengawet tambahan. Keunggulan lainnya dari susu UHT adalah kepraktisan dan masa simpannya yang panjang apabila belum dibuka.

Apakah Anak 1 Tahun Sudah Boleh Minum Susu Sapi?

Mengutip laman Baby Center, anak di bawah 12 bulan tidak dianjurkan mengonsumsi susu sapi, baik UHT maupun jenis lainnya. Sebab, ginjal mereka belum cukup matang untuk mengolah kandungan protein dan mineral yang tinggi dalam susu tersebut. Dampaknya, mereka bisa demam, diare, hingga penyakit berbahaya lainnya.

Namun, setelah usia 12 bulan, anak mulai bisa diperkenalkan dengan susu sapi dalam jumlah terbatas. Pemberian susu sapi UHT bisa menjadi bagian dari pola makan si kecil, asalkan mereka sudah mendapatkan nutrisi seimbang dari makanan padat lainnya.

Mengapa Tidak Disarankan Memberi Susu Sapi Sebelum Usia 1 Tahun?

Bayi yang mengonsumsi susu sapi sebelum 12 bulan lebih berisiko mengalami kekurangan zat besi, iritasi usus, dan bahkan anemia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kandungan zat besi dalam susu sapi dan potensi iritasi pada sistem pencernaan bayi yang belum matang.

Susu sapi juga tidak mengandung cukup asam lemak esensial, serta nutrien penting lainnya yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan tubuh bayi.

Bolehkah Susu UHT Diberikan Setelah Anak Berusia 1 Tahun?

Susu UHT boleh diberikan kepada anak usia 1 tahun ke atas, dengan beberapa catatan penting. Salah satu adalah si kecil tidak ada riwayat alergi susu sapi dan mereka telah mendapatkan asupan makanan padat yang seimbang.

Selain itu, pemberian susu sebaiknya sekitar 450 ml per hari. Mengutip laman Healthy Children, si kecil yang mengonsumsi susu sapi lebih dari 600 ml per hari berisiko mengalami defisiensi zat besi, gangguan nafsu makan dan kelebihan kalori.

Mana yang Lebih Baik: Susu UHT atau Formula?

Susu UHT dan formula memiliki kelebihan masing-masing tergantung usia dan kondisi anak. Susu formula tetap menjadi pilihan utama bagi bayi di bawah 1 tahun karena telah diformulasikan sesuai kebutuhan nutrisi bayi.

Susu formula bayi dirancang untuk meniru kandungan gizi ASI yang tidak tersedia dalam susu sapi biasa. Sementara itu, susu UHT cocok sebagai pendamping makanan padat untuk anak berusia 1 tahun ke atas, asalkan mereka tidak memiliki alergi susu sapi.

Kesimpulan

Susu UHT aman diberikan kepada anak usia 1 tahun ke atas, dengan catatan bahwa asupan makanan padatnya sudah cukup dan anak tidak memiliki alergi terhadap protein susu sapi. Kandungan gizi dalam susu UHT bisa menunjang pertumbuhan, asalkan dikombinasikan dengan makanan seimbang lainnya.

Namun, susu UHT bukanlah pengganti ASI atau susu formula bayi. Selain itu, sebaiknya konsultasikan pemberian susu ini dengan dokter anak jika Anda ragu atau si kecil memiliki kondisi kesehatan khusus.

Baca Juga: Panduan Minum Susu UHT untuk Anak