Bagaimana Bintang Terbentuk? Ini Penjelasannya Menurut Ilmu Astronomi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembentukan bintang adalah salah satu fenomena paling menarik dan fundamental dalam dunia astronomi. Lantas, bagaimana bintang terbentuk? Proses ini dimulai dari awan gas dan debu yang sangat besar di luar angkasa yang secara perlahan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. Seiring waktu, massa awan tersebut bertambah padat dan panas hingga akhirnya memicu fusi nuklir di inti bintang, menghasilkan cahaya dan energi yang kita bisa lihat dari Bumi. Artikel ini akan menguraikan informasi lebih lanjut mengenai proses terbentuknya bintang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Awal Mula Pembentukan Bintang: Awan Molekuler
Merujuk buku Astronomy 2e karya OpenStax, bintang terbentuk di dalam awan molekuler besar yang terdiri dari gas hidrogen dan debu kosmik yang sangat dingin dan jarang. Dalam awan ini terdapat kantong-kantong gas yang lebih padat yang disebut inti molekuler.
Ketika terjadi gangguan seperti gelombang kejut dari supernova atau tabrakan antar awan, bagian awan akan runtuh karena gaya gravitasi mengalahkan tekanan gas. Seiring awan runtuh, massa di pusatnya bertambah sehingga suhu dan tekanan meningkat drastis.
Tahap Protobintang dan Pemanasan Inti
Dalam jurnal NASA bertajuk Star Basics dijelaskan bahwa tahap berikutnya adalah terbentuknya protobintang, yaitu benda yang sedang dalam proses menjadi bintang dengan suhu yang semakin tinggi di intinya. Gas dan debu terus mengalir ke protobintang melalui cakram akresi yang berputar di sekitarnya.
Saat suhu inti mencapai sekitar 10 juta derajat Celsius, tekanan dan temperatur sudah cukup untuk memulai reaksi fusi nuklir, yakni proses penggabungan inti hidrogen menjadi helium yang melepaskan energi dalam jumlah sangat besar.
Stabilitas Bintang dan Masa Main Sequence
Setelah proses fusi nuklir dimulai, bintang memasuki fase main sequence yang merupakan tahap terpanjang dalam siklus hidupnya. Mengutip buku Astronomy: A Physical Perspective oleh ML Kutner, fase ini bintang berada dalam keseimbangan antara tekanan dari dalam akibat fusi nuklir yang mendorong keluar dan gaya gravitasi yang menarik ke dalam.
Lama hidup bintang pada fase ini bervariasi tergantung massa bintang tersebut, mulai dari beberapa juta tahun untuk bintang masif hingga miliaran tahun untuk bintang ukuran kecil seperti Matahari kita.
Faktor Pengaruh Luar dan Pembentukan Bintang Baru
Selain gangguan awal yang memicu keruntuhan awan molekuler, panas dan radiasi dari bintang masif yang sudah ada dapat memicu pembentukan bintang baru di sekitar area tersebut.
Jurnal riset The Formation of Stars oleh Girichidis menyoroti pengaruh turbulensi, medan magnet, dan umpan balik energi dari bintang tua yang membantu atau menghambat proses pembentukan bintang baru.
Dengan demikian, pembentukan bintang adalah proses kompleks yang melibatkan interaksi fisika yang rumit namun teratur di alam semesta.
Baca juga: Apa Itu Supernova? Ini Definisi, Jenis, hingga Dampaknya Menurut Ilmu Astronomi
(NDA)
