Konten dari Pengguna

Bagaimana Proses Korosi pada Logam? Ini Penjelasannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi korosi pada logam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi korosi pada logam. Foto: Unsplash

Korosi merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh berbagai industri di seluruh dunia, bahkan hingga menyebabkan kerugian ekonomi miliaran dollar setiap tahunnya akibat kerusakan infrastruktur, kendaraan, dan peralatan berbahan logam. Fenomena yang sering kita lihat sebagai karat pada besi atau perubahan warna kehijauan pada tembaga ini sebenarnya melibatkan proses kimia yang kompleks dan berlangsung secara bertahap. Artikel ini akan menguraikan bagaimana proses korosi pada logam selengkapnya.

Daftar isi

Mekanisme Elektrokimia dalam Proses Korosi

Korosi adalah proses rusaknya logam akibat reaksi kimia dengan lingkungan sekitarnya. Menurut Vaia, korosi pada logam terjadi melalui mekanisme elektrokimia, yaitu reaksi oksidasi dan reduksi yang berlangsung bersamaan.

Oksidasi terjadi ketika atom logam di permukaan kehilangan elektron dan berubah menjadi ion bermuatan positif. Elektron yang lepas ini kemudian diterima oleh zat lain yang disebut depolarizer.

Pada baja tulangan misalnya, proses korosi melibatkan dua reaksi utama. Pertama, logam mengalami oksidasi, lalu diikuti reaksi reduksi. Hasil dari kedua reaksi ini akan terus bereaksi dan akhirnya membentuk karat di permukaan baja.

Peran Oksigen dan Air dalam Korosi

Oksigen dan air memiliki peran sangat penting dalam proses korosi. Menurut Britannica, karat terbentuk akibat reaksi kimia antara besi, oksigen, dan air. Proses ini disebut oksidasi dan menghasilkan besi oksida yang berwarna cokelat kemerahan.

Tanpa kehadiran air dan oksigen, proses perkaratan hampir tidak mungkin terjadi. Inilah sebabnya logam yang berada di lingkungan lembap atau sering terkena air akan lebih cepat berkarat.

ZRC Worldwide menjelaskan bahwa air menjadi katalis utama dalam korosi. Walaupun logam terlihat padat, molekul air dapat masuk melalui celah mikroskopis. Hidrogen dari air dapat bereaksi membentuk zat asam yang membuka lebih banyak permukaan logam sehingga korosi semakin cepat.

Faktor yang Mempercepat dan Lapisan Pelindung

Beberapa kondisi lingkungan dapat mempercepat korosi. Britannica menyebutkan bahwa garam dan asam mempercepat pelepasan elektron dari besi ke oksigen.

Oleh karena itu, logam di daerah pantai atau lingkungan asam cenderung lebih cepat berkarat. Air laut dan semprotan garam bisa mempercepat proses ini.

Namun, tidak semua logam mengalami kerusakan berkelanjutan. Chemistry LibreTexts menjelaskan bahwa logam seperti emas dan platinum sangat tahan terhadap oksidasi. Aluminium juga teroksidasi, tetapi membentuk lapisan aluminium oksida yang rapat dan melindungi bagian dalam logam.

Proses ini disebut juga sebagai pasivasi, yaitu kondisi ketika lapisan oksida justru melindungi logam dari korosi lanjutan. Berbeda dengan aluminium, oksida besi bersifat rapuh dan mudah mengelupas, sehingga bagian besi di bawahnya terus terpapar dan korosi pun berlanjut.

Baca juga: 3 Penyebab Alat Elektronik Cepat Panas Saat Digunakan Lama

(NDA)