Bolehkah Bayi Minum Susu Formula dan ASI Bersamaan? Ini Hal yang Harus Dihindari

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengombinasikan ASI dan susu formula kini menjadi pilihan banyak orang tua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Selain lebih fleksibel, cara ini juga dianggap tidak mengurangi asupan gizi yang penting. Namun, apakah cara ini benar-benar aman untuk bayi? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini.
Alasan Orang Tua Mengombinasikan ASI dan Formula
ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Namun, ada beberapa alasan orang tua memilih menambahkan susu formula untuk si kecil, di antaranya:
Produksi ASI tidak mencukupi, sehingga bayi membutuhkan tambahan nutrisi.
Ibu kembali bekerja, sehingga tidak selalu bisa menyusui secara langsung.
Bayi memiliki berat badan rendah dan memerlukan asupan tambahan.
Manfaat Kombinasi ASI dan Formula
Dikutip dari laman National Health Service, mengombinasikan ASI dan susu formula dapat memberikan beberapa keuntungan bagi orang tua maupun bayi. Manfaat ini meliputi:
Memberi fleksibilitas bagi orang tua, terutama ketika ibu bekerja atau membutuhkan waktu istirahat.
Bayi tetap mendapatkan manfaat ASI, seperti antibodi dan nutrisi penting untuk daya tahan tubuh.
Mengurangi tekanan atau stres pada ibu menyusui saat mengalami kelelahan atau produksi ASI berkurang.
Membantu bayi beradaptasi dengan botol, sehingga transisi lebih mudah jika diperlukan.
Memberi kesempatan ayah atau pengasuh untuk ikut serta dalam pemberian susu.
Waktu yang Tepat untuk Memulai Combination Feeding
Mengutip Health Service Executive, sebaiknya pemberian combination feeding dilakukan setelah ASI sudah lancar dan bayi terbiasa menyusu dengan baik. Jika dimulai terlalu cepat, produksi ASI berisiko menurun karena berkurangnya frekuensi menyusui secara langsung (direct breast feeding)
Cara Memberikan ASI dan Formula Secara Bergantian
Ada beberapa cara untuk menerapkan combination feeding, misalnya memberikan ASI pada pagi dan malam hari, sementara formula diberikan pada siang hari.
Alternatif lainnya adalah menyusui terlebih dahulu sebelum memberikan botol berisi formula. Tujuannya agar bayi tetap mendapatkan manfaat optimal dari ASI, sekaligus menjaga stimulasi produksi ASI.
Tips Menjaga Produksi ASI Tetap Stabil
Untuk mencegah penurunan produksi ASI, ibu disarankan:
Tetap menyusui langsung atau memompa ASI secara rutin meskipun bayi minum susu formula.
Atur jadwal memerah ASI di sela pemberian susu formula agar suplai tetap terjaga.
Konsumsi makanan bergizi yang mendukung produksi ASI.
Minum cukup air setiap hari untuk menjaga hidrasi.
Kelola stres dengan baik agar tidak mengganggu kelancaran ASI.
Hal yang Perlu Dihindari dalam Combination Feeding
Hindari mencampur ASI dan formula dalam satu botol tanpa mengikuti petunjuk yang benar, karena dapat memengaruhi rasio nutrisi dan tingkat keamanan susu.
Jangan menggunakan ASI sebagai pengganti air untuk melarutkan formula. Selain itu, pastikan setiap peralatan, seperti botol dan dot, dicuci bersih untuk mencegah risiko kontaminasi.
Kesimpulan
Mengombinasikan ASI dan susu formula dapat menjadi solusi praktis untuk orang tua yang membutuhkan fleksibilitas, asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Pastikan pemberian ASI dan susu formula dilakukan dengan aman, mengikuti jadwal yang teratur, dan menjaga kebersihan semua peralatan agar bayi tetap sehat.
Baca Juga: Kapan Harus Mengganti Susu Formula Anak? Ini Panduannya
