Cara agar Anak Kucing Cepat Gemuk dan Tetap sehat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu indikator sehat pada anak kucing bisa dilihat dari bobot tubuhnya. Mengutip laman Kitten Lady, anak kucing yang sehat akan bertambah berat tubuhnya sekitar 7-14 gram per hari.
Jika berat badan anak kucing tidak bertambah atau justru terlihat kurus, sudah menjadi tugas adopter untuk memberikan perawatan yang tepat. Berikut cara agar anak kucing cepat gemuk tapi tetap sehat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara agar Anak Kucing Cepat Gemuk
Mengutip laman Untamed, cara menggemukkan anak kucing adalah dengan membuat mereka surplus kalori. Maksudnya, anak kucing harus diberi makanan yang kalorinya tinggi.
Nah, kalori kucing bisa didapat dari makanan basah (makanan dengan kadar air tinggi) yang mengandung protein hewani, lemak hewani, dan karbohidrat. Tapi, komposisinya harus seperti ini:
Lebih dari 50% protein hewani: Sebagai sumber kalori utama.
Kurang lebih 20% lemak hewani: Karena lemak sangat padat energi. Jika diberikan dalam jumlah kecil, lemak bisa berfungsi dengan baik sebagai sumber kalori sekunder.
Karbohidrat antara 0%–3%.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan Basah Kucing Terbaik yang Menyehatkan
Mengapa Anak Kucing Bisa Begitu Kurus?
Berikut beberapa penyebab anak kucing kurus yang dikutip dari laman Total Vet dan PetMD:
Porsi makan yang kurang
Kalori yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan yang didapatkan
Parasit di usus atau cacingan
Hipertiroidisme
Diabetes
Penyakit gigi
Penyakit ginjal
Penyakit pencernaan atau gastrointestinal
Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak Kucing
Anak kucing akan kesulitan menambah bobot tubuhnya jika malas makan. Tingkatkan nafsu makannya dengan mengikuti kiat-kiat dari laman PetMD berikut ini:
Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering: Lambung anak kucing hanya seukuran bola pingpong, jadi tidak bisa makan dalam porsi besar. Karena itu, berikan sekitar satu sendok makanan setiap beberapa jam.
Panaskan makanan kucing: Kebanyakan kucing terstimulasi untuk makan karena aroma hidangannya. Nah, menghangatkan makanan bisa membuat aromanya lebih keluar dan meningkatkan nafsu makan kucing.
Tawarkan camilan di antara waktu makan : Cobalah berikan camilan kaya protein, seperti ayam yang dipotong-potong.
Jangan membuat kucing stres: Nafsu makan kucing akan lebih tinggi jika mereka tenang dan bahagia. Untuk membuat kucing tenang, sebaiknya biarkan mereka makan tanpa diganggu, karena hewan ini sejatinya suka menyendiri.
Konsultasi dengan dokter: Biasanya dokter akan memberikan obat yang bisa merangsang nafsu makan kucing.
Berapa Kali Anak Kucing Harus Makan?
Dikutip dari PetMD, anak kucing berusia 4 bulan atau kurang sebaiknya makan 3 kali sehari. Setelah berusia 4 bulan, frekuensi makannya dapat dikurangi menjadi 2 kali sehari.
Anda juga bisa memberikan makan pada kucing sebanyak 3 hingga 8 kali sehari, tapi dalam porsi kecil. Jangan memaksa kucing makan terlalu banyak, karena bisa memicu masalah seperti tersedak, muntah, dan diare.
Perlu diingat, program penambahan berat badan pada kucing adalah proses yang lambat dan dapat memakan waktu berbulan-bulan. Jadi, adopter harus bersabar dan terus memastikan kucing mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Baca Juga: Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk agar Tumbuh Sehat
