Cara Burung Bermigrasi: Faktor Penyebab, Navigasi, hingga Contoh Spesiesnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
Ā·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah migrasi menggambarkan perpindahan populasi hewan secara periodik dalam skala besar. Pada burung, migrasi dipicu oleh berbagai faktor yang sering kali berkaitan erat dengan perubahan musim. Cara burung bermigrasi pun beragam, mulai dari perpindahan jarak dekat hingga perjalanan ribuan kilometer. Simak penjabaran lengkap mengenai proses migrasi burung, mulai dari penyebab hingga cara mereka menavigasi perjalanan panjangnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Penyebab Burung Bermigrasi
Tidak semua burung melakukan migrasi. Semakin keras iklim suatu wilayah, semakin besar kemungkinan burung bermigrasi. Meskipun ada banyak pemicu, berdasarkan laman U.S Fish & Wild Service, dua alasan utama migrasi burung:
Mencari sumber makanan lebih baik: Saat musim berganti dan makanan menipis, burung berpindah ke daerah yang lebih hangat dan kaya pakan seperti biji-bijian, buah, serangga, invertebrata air, hingga larva.
Mencari lokasi sarang: Migrasi dilakukan untuk menemukan tempat yang ideal bagi proses kawin, membuat sarang, bertelur, dan membesarkan anak.
2. Cara Burung Menavigasi Perjalanannya
Burung mampu menemukan lokasi baru dan dapat kembali ke tempat kelahirannya dengan bantuan berbagai isyarat lingkungan. Berikut beberapa mekanisme yang digunakan menurut laman Wildfowl and Wetlands Trust.
Menggunakan peta langit: Burung membaca posisi matahari untuk menentukan arah saat siang hari. Pada malam yang cerah, mereka mengandalkan rasi bintang sebagai panduan. Hal ini menunjukkan adanya sistem jam internal yang membantu mereka menghitung waktu.
Mengikuti pemandangan alam: Banyak burung menggunakan penanda fisik seperti pegunungan, lembah sungai, garis pantai, atau bentuk lanskap tertentu sebagai petunjuk arah.
Memanfaatkan medan magnet bumi: Beberapa burung memiliki reseptor magnetik dalam tubuhnya, yang memungkinkan mereka merasakan magnetisme bumi layaknya kompas alami.
Mengikuti pemimpin: Anak burung biasanya terbang bersama induknya pada migrasi pertama. Dengan mengikuti burung yang lebih berpengalaman, mereka dapat mengurangi risiko tersesat dan belajar rute yang benar.
3. Strategi Burung Bermigrasi
Burung biasanya bermigrasi dalam kelompok besar. Perjalanan dalam kelompok memberikan rasa aman, karena predator lebih sulit memilih satu mangsa tertentu. Beberapa spesies terbang dalam formasi khas seperti pola āVā pada angsa, bebek, pelikan, dan bangau. Formasi ini membantu menghemat energi dengan memanfaatkan aliran udara dari burung di depan.
4. Tantangan yang Dihadapi Burung Saat Bermigrasi
Berdasarkan laman The Royal Society for the Protection of Birds (RSPB), Selama perjalanan panjang, burung menghadapi berbagai ancaman, antara lain:
Cuaca buruk: Badai pasir, badai salju, kebakaran hutan, dan badai laut dapat memaksa burung menghentikan perjalanan.
Tabrakan dengan bangunan: Gedung pencakar langit dengan kaca reflektif, kabel listrik, dan turbin angin menjadi ancaman besar di jalur migrasi.
Predator: Banyak predator memangsa burung yang bermigrasi.
Perburuan: Burung yang bermigrasi dapat menjadi sasaran perburuan, baik untuk konsumsi maupun perdagangan, sehingga mengancam populasi tertentu.
5. Contoh Burung yang Melakukan Migrasi
Berdasarkan laman Texas Parks and Wildlife, burung migran biasanya memiliki tubuh lebih ringan, sayap panjang dan runcing, serta kemampuan menyimpan cadangan lemak untuk perjalanan jarak jauh. Beberapa contoh burung migrasi antara lain: pelikan, bangau, burung walet, kolibri, pipit, burung kukuk atau cuckoo, burung flycatcher, burung thrush, burung warbler.
Baca Juga: 6 Fungsi Paruh Burung: Adaptasi Alami untuk Bertahan Hidup
(SA)
