Cara Kerja Blender dalam Memecah Makanan hingga Menjadi Halus

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Blender merupakan salah satu alat dapur yang hampir selalu ada di setiap rumah. Cara kerja blender dalam memecah makanan melibatkan motor listrik di bagian bawah untuk menggerakkan pisau tajam berkecepatan tinggi. Pisau ini akan mencacah dan mencampur bahan makanan di dalam wadah hingga halus. Wadah blender biasanya dilengkapi dengan tutup bersegel karet untuk mencegah cipratan keluar saat alat digunakan. Untuk memahami prosesnya lebih dalam, simak penjelasan lengkap di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Komponen-Komponen dalam Blender
Agar dapat memahami cara kerja blender dapur, penting mengetahui fungsi dari setiap bagiannya. Menurut laman Webstaurant Store, komponen utama blender meliputi:
Rumah blender (alas): Berisi motor listrik berkecepatan tinggi dengan sistem pendingin kipas disertai kontrol kecepatan. Fungsinya mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk memutar pisau.
Dudukan blender: Menghubungkan motor dengan bilah pisau dan menyalurkan daya agar pisau dapat berputar dengan kecepatan tinggi.
Pisau blender: Terbuat dari baja tahan karat dengan empat bilah bersudut berbeda yang berfungsi mencacah bahan secara merata.
Wadah blender: Tempat menampung bahan makanan, biasanya terbuat dari kaca, plastik, atau polikarbonat. Desain bagian bawahnya yang menyempit membantu menciptakan pusaran saat blender bekerja.
Tutup blender: Berfungsi menutup rapat wadah agar bahan tidak tumpah saat dioperasikan, biasanya dilengkapi lubang kecil untuk menambahkan bahan tambahan.
2. Proses Memasukkan Bahan dan Menyalakan Blender
Mengutip laman How Stuff Works, proses kerja blender dimulai saat bahan makanan dan cairan dimasukkan ke dalam wadah. Ketika tombol daya ditekan, motor menggerakkan pisau dengan kecepatan tinggi, menciptakan pusaran atau gerakan spiral di dalam cairan. Pusaran ini menciptakan ruang hampa di bagian tengah wadah, yang menarik makanan ke tengah, layaknya tornado.
3. Proses Pemotongan dan Pencampuran Makanan
Saat blender bekerja, bahan makanan mulai terpotong dan bercampur dengan bahan cair lainnya. Gerakan berputar cepat membuat bahan membentuk pusaran di tengah wadah, lalu tertarik ke arah pisau di bagian bawah. Setelah terpotong, bahan yang sudah halus terdorong ke sisi wadah, sementara potongan besar kembali turun ke bawah untuk diproses ulang. Siklus ini berlangsung terus-menerus hingga seluruh bahan tercampur secara merata.
4. Proses Penghalusan Akhir Makanan
Pada tahap akhir, bahan makanan yang sudah lembut terdorong ke atas karena ruang di bawah pisau semakin sempit akibat tekanan pusaran. Gerakan melingkar ini menciptakan sirkulasi yang membantu memasukkan udara ke dalam adonan, sehingga membuat tekstur hasil blender menjadi lebih halus. Setelah proses selesai, matikan blender dan kini bahan siap digunakan atau disajikan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Cara Kerja Setrika Listrik dalam Menghantarkan Panas
(SA)
