Konten dari Pengguna

Cara Kerja Magnet Menempel pada Benda Logam dan Penerapannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi magnet. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi magnet. Foto: Pexels

Kemampuan magnet untuk menempel pada logam berkaitan erat dengan pergerakan elektron di dalam atom yang memengaruhi terbentuknya medan magnet. Namun, tidak semua jenis logam dapat ditempeli magnet. Hanya logam tertentu saja yang bersifat feromagnetik yang memiliki kemampuan tersebut. Untuk memahami cara kerja magnet menempel pada benda logam secara lebih lengkap, simak pembahasan pada artikel berikut ini.

Daftar isi

1. Peran Elektron dalam Atom

Magnet terbuat dari bahan feromagnetik khusus yang mencakup beberapa jenis logam, seperti besi, kobalt, dan nikel. Dikutip dari laman Jobsmaster Magnet, logam-logam ini memiliki elektron yang tidak berpasangan di dalam atomnya. Elektron tersebut dapat berputar secara bebas sehingga masing-masing menghasilkan medan magnet lemah.

2. Pembentukan Domain Magnet

Dalam keadaan alaminya, atom-atom pada logam feromagnetik tersusun dalam kelompok kecil yang disebut domain magnetik. Setiap domain terdiri dari sekelompok elektron yang arahnya sejajar dan memiliki kutub utara serta selatan sendiri.

Menurut penjelasan dari laman First4Magnets, saat sebuah magnet diproduksi, medan magnet eksternal diterapkan pada bahan baku ketika logam dipanaskan dan kemudian didinginkan. Proses ini memaksa domain-domain magnetik untuk sejajar mengikuti arah medan magnet eksternal.

Ketika sebagian besar domain mengarah ke arah yang sama, terbentuklah satu magnet permanen yang utuh dengan daya tarik magnetik yang kuat.

3. Proses Tarik-Menarik Medan Magnet

Ketika material feromagnetik didekatkan ke magnet, medan magnet dari magnet akan memaksa medan magnet kecil dalam logam untuk sejajar. Saat semakin banyak elektron menghadap ke arah yang sama, terciptalah gaya tarik yang menarik logam ke arah magnet. Semakin dekat jarak antara magnet dan benda logam, semakin kuat gaya tarik yang dihasilkan. Inilah alasan magnet dapat menempel dengan kuat pada besi atau baja.

4. Jenis Logam yang Bisa Ditempeli Magnet

Tidak semua logam dapat ditarik magnet. Mengacu laman Aluminium Online, magnet hanya menempel kuat pada logam yang bersifat feromagnetik, seperti:

  • Besi

  • Nikel

  • Kobalt

  • Baja, termasuk baja tahan karat (stainless steel), ferit, alnico, dan permalloy

5. Jenis Logam yang Tidak Dapat Ditarik Magnet

Beberapa jenis logam tidak dapat ditempeli magnet, seperti emas, perak, tembaga, aluminium, timah, timbal, titanium, seng, perunggu, dan kuningan. Hal ini disebabkan oleh susunan elektron di dalam atomnya yang tidak mendukung terbentuknya efek magnetik yang signifikan.

6. Penerapan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengacu pada laman Stanford Magnets, magnet memiliki banyak penerapan di berbagai bidang, antara lain:

  • Elektronik: Digunakan dalam speaker, radio, televisi, dan telepon untuk mengubah sinyal listrik menjadi suara.

  • Navigasi: Digunakan pada kompas untuk menentukan arah.

  • Otomotif: Dimanfaatkan dalam motor listrik kendaraan, sensor sistem kontrol, dan alternator untuk menghasilkan listrik saat mesin beroperasi.

  • Pembangkit energi: Berperan penting dalam turbin dan generator untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

  • Manufaktur: Digunakan untuk menahan dan mengangkat bagian logam, pemisahan magnetik guna menghilangkan kontaminan logam, serta sistem konveyor untuk memindahkan material secara efisien.

  • Kedokteran: Dimanfaatkan pada mesin MRI untuk menghasilkan gambar detail tubuh manusia, dan terapi magnet untuk membantu meredakan nyeri.

Baca Juga: Cara Kerja Magnet pada Kulkas di Bagian Pintu dan Hiasan Tempel

(SA)