Cara Kerja Penguapan Keringat dalam Menurunkan Suhu Tubuh

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses berkeringat membantu tubuh menjaga suhu tetap berada pada kondisi yang ideal. Mekanisme ini berperan penting dalam mencegah tubuh mengalami kepanasan, terutama saat berolahraga, beraktivitas berat, atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Ketika keringat mencapai permukaan kulit, cairan tersebut akan menguap. Proses penguapan inilah yang membantu mendinginkan kulit serta jaringan di bawahnya. Artikel ini akan menguraikan cara kerja penguapan keringat dalam menurunkan suhu tubuh.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Peningkatan Suhu Tubuh
Proses berkeringat dimulai ketika otak, khususnya hipotalamus, mendeteksi bahwa suhu tubuh meningkat melebihi batas normal. Peningkatan suhu ini dapat terjadi akibat cuaca panas, olahraga, tidur di ruangan yang pengap, atau melakukan aktivitas fisik yang berat. Dalam kondisi tersebut, panas akan terkumpul di jaringan tubuh dan permukaan kulit.
2. Kelenjar Keringat Memproduksi Keringat
Saat suhu internal mulai naik, hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar keringat untuk mulai bekerja. Kelenjar keringat kemudian menghasilkan cairan keringat sebagai upaya mendinginkan tubuh.
Mengutip laman Cleveland Clinic, sebagian besar keringat diproduksi oleh kelenjar ekrin. Kelenjar yang berperan utama dalam pengaturan suhu ini ini tersebar di hampir seluruh permukaan tubuh. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat yang ringan dan encer, kemudian dilepaskan langsung ke permukaan kulit agar dapat menguap. Kelenjar ini juga dapat aktif saat seseorang mengalami emosi yang kuat.
3. Penyerapan Panas oleh Keringat
Pendinginan tubuh tidak terjadi hanya karena keringat menetes dari kulit. Agar proses ini berjalan efektif, sebagian keringat harus menguap dari permukaan kulit.
Berdasarkan laman Houston Methodist, perubahan air dari bentuk cair menjadi gas membutuhkan sejumlah energi panas yang disebut panas penguapan. Energi ini meningkatkan pergerakan molekul air hingga akhirnya menguap ke udara. Panas yang dibutuhkan diambil langsung dari tubuh, terutama dari kulit dan jaringan di bawahnya, sehingga suhu tubuh perlahan menurun.
4. Terjadinya Penguapan
Setelah menyerap panas dalam jumlah yang cukup, keringat akan berubah menjadi uap air dan dilepaskan ke udara. Pada tahap ini, panas ikut terbawa keluar dari tubuh, sehingga suhu tubuh dapat turun secara alami.
Menurut laman HowStuffWorks, saat air dalam keringat menguap, zat sisa berupa garam seperti natrium, klorida, dan kalium tertinggal di permukaan kulit. Hal inilah yang menyebabkan kulit terasa asin setelah berkeringat. Namun, kehilangan air dan garam dalam jumlah besar dapat memicu dehidrasi. Oleh karena itu, ketika banyak berkeringat, tubuh perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang.
5. Pengaruh Lingkungan terhadap Penguapan Keringat
Kecepatan penguapan keringat sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Udara yang kering akan mempercepat penguapan, sehingga tubuh lebih cepat terasa sejuk. Sebaliknya, udara yang lembap dapat menghambat proses penguapan karena kandungan uap air di udara sudah tinggi. Akibatnya, keringat sulit menguap dan proses pendinginan tubuh tidak berlangsung seefektif saat berada di lingkungan yang kering.
Baca Juga: Penyebab Panas Terperangkap di Dalam Ruangan Tertutup dan Cara Mengatasinya
(SA)
