Konten dari Pengguna

Cara Kerja Satelit: Dari Peluncuran hingga Pengiriman Data

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara kerja satelit. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara kerja satelit. Foto: Unsplash

Satelit adalah perangkat buatan manusia yang mengorbit bumi atau benda langit lainnya. Setiap satelit diluncurkan dengan tujuan yang berbeda-beda, mulai dari mengamati perubahan cuaca, menjadi alat komunikasi, membantu navigasi, hingga berfungsi sebagai laboratorium di angkasa. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai cara kerja satelit buatan.

Daftar isi

1. Proses Peluncuran Satelit

Sebelum satelit dapat beroperasi, tahap awal yang sangat penting adalah peluncuran. Mengutip penjelasan dari laman HowStuffWorks, prosesnya sebagai berikut:

  • Satelit dibawa oleh roket dari bumi menuju orbit yang sudah ditentukan.

  • Roket diluncurkan lurus ke atas terlebih dahulu untuk menembus bagian atmosfer yang paling tebal dan mengurangi konsumsi bahan bakar.

  • Terjadi pengaturan arah rokter dengan sistem panduan inersia untuk menghitung penyesuaian yang diperlukan agar roket dapat dimiringkan ke arah orbit tujuan.

  • Kekuatan dorongan ini bergantung pada kecepatan rotasi bumi di lokasi peluncuran satelit. Dorongan terbesar diperoleh di wilayah khatulistiwa karena rotasinya paling cepat.

2. Proses Pengolahan dan Pengiriman Data

Dalam buku Planet dan Satelit karya Viyanti, dijelaskan bahwa satelit buatan bekerja melalui dua mekanisme utama, yaitu uplink dan downlink. Alur pengiriman data pada satelit biasanya seperti ini:

  • Data dikirim melalui jaringan darat, yang disebut dengan jaringan terestrial atau serat optik.

  • Stasiun bumi mengirimkan sinyal yang diinginkan ke satelit (uplink).

  • Satelit memperkuat sinyal yang masuk dan mengubah frekuensinya.

  • Satelit kemudian mentransmisikannya kembali ke bumi (downlink).

  • Peralatan darat menerima sinyal untuk digunakan sesuai kebutuhan.

3. Pergerakan Satelit

Satelit bergerak mengelilingi orbitnya sesuai jalur yang telah ditentukan. Selama bergerak, satelit merekam atau mencatat informasi sesuai kapasitasnya, lalu mengirimkannya ke alat penerima di bumi. Setiap satelit memiliki umur operasional yang terbatas. Masa pakainya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ukuran, jarak orbit, serta daya tahan bakar pengeraknya.

Mengutip dari laman Bakti Komdigi, matahari juga berperan sebagai sumber energi satelit. Sinar matahari akan diserap oleh panel surya yang kemudian memberikan energi lebih untuk satelit bisa bekerja maksimal.

4. Bagian-bagian Satelit dan Fungsinya

Mengutip laman Intelsat, satelit dibangun menggunakan komponen elektronik dan mekanis canggih. Berikut bagian-bagian pentingnya beserta fungsinya:

  • Bus pesawat ruang angkasa: Struktur utama pesawat ruang angkasa yang berisi daya, kontrol suhu, dan pendorong arah.

  • Komputer internal: Terletak di dalam badan satelit yang mengendalikan seluruh operasinya.

  • Antena: Menangkap atau mengarahkan sinyal ke wilayah geografis tertentu.

  • Transponder: Radio yang menerima, memperkuat, dan memancarkan kembali sinyal melalui wilayah geografis yang ditentukan.

  • Panel surya: Memberi daya pada satelit dengan mengubah sinar matahari menjadi listrik dan menyimpan daya tersebut ke dalam baterai.

  • Attitude Control System (ACS): Menjaga satelit tetap berorientasi tepat ke bumi agar satelit dapat menerima dan mengirimkan sinyal dengan benar.

Baca Juga: Cara Kerja Wifi dalam Mengubah Data Menjadi Sinyal

(SA)