Cara Kerja Sayap Burung agar Dapat Terbang di Udara

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Burung dapat terbang dengan cara mengepakkan sayapnya. Kemampuan ini memungkinkan burung menempuh jarak sangat jauh, menukik dengan kecepatan tinggi, hingga bermanuver di ruang sempit hanya dalam satu kepakan. Cara kerja sayap burung didukung oleh struktur sayap serta prinsip aerodinamika yang menghasilkan gaya angkat dan gaya dorong untuk bergerak di udara. Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai bagaimana burung bisa terbang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Mengepakkan Sayap ke Bawah
Menurut buku Pembelajaran IPA Sekolah Dasar oleh Pariang Sonang Siregar, burung terbang dengan mengepakkan sayap dari atas ke bawah untuk menghasilkan gaya angkat dan gaya dorong di udara. Fase ini membutuhkan energi paling besar dan menjadi penentu utama kemampuan terbang burung. Jika gaya dorong lebih besar daripada gaya hambat, burung dapat bergerak maju.
2. Mengepakkan Sayap Ke Atas
Setelah dikepakkan ke bawah, sayap diangkat kembali ke atas. Fase ini membutuhkan energi lebih kecil karena tidak digunakan untuk mendorong. Gerakan ini berguna untuk mengatur posisi sayap agar siap melakukan kepakan berikutnya. Selain itu, gerakan ini membantu memungkinkan burung terbang lebih tinggi di udara.
3. Burung Dapat Melayang dan Manuver
Burung dapat melayang dan bermanuver jika gaya dorong dan gaya angkat lebih besar daripada gaya gravitasi dan gesekan udara. Menurut laman University of Notre Dame, saat sayap bergerak ke atas, sayap akan ditekuk dan diputar untuk mengurangi hambatan udara. Sebaliknya, saat bergerak ke bawah, sayap diluruskan untuk memaksimalkan daya dorong. Mekanisme ini membantu burung terbang lebih efisien, baik saat berpindah tempat maupun berburu mangsa.
4. Prinsip Aerodinamika pada Sayap Burung
Berdasarkan penjelasan laman Schlitz Audubon Nature Center, sayap burung memiliki bentuk aerofoil yang menyerupai koma yang diposisikan menyamping. Bagian atas sayap melengkung ke atas, sedangkan bagian bawahnya mengikuti lengkungan ke atas ini.
Bentuk ini membuat aliran udara di atas sayap bergerak lebih cepat daripada di bawahnya. Perbedaan kecepatan udara tersebut menimbulkan perbedaan tekanan, sehingga tercipta gaya angkat yang menjaga burung tetap melayang di udara.
5. Struktur Dasar Sayap Burung
Berdasarkan laman The Falcony Centre, Hagley, West Midlands, struktur sayap burung terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu:
Tulang sayap, meliputi sendi bahu, siku, dan pergelangan tangan yang memungkinkan berbagai gerakan.
Otot penggerak sayap, yaitu otot-otot kuat yang melekat pada tulang dada dan berfungsi menggerakkan sayap ke atas dan ke bawah.
Bulu sayap, terdiri dari bulu primer, sekunder, dan tersier yang berperan dalam menghasilkan daya dorong. Ada pula bulu penutup, yaitu bulu-bulu kecil yang menutupi pangkal bulu sayap.
Alula, yaitu bulu-bulu kecil yang terkadang menonjol di tepi depan sayap untuk membantu mengatur aliran udara dan meningkatkan kestabilan saat terbang.
Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Burung Pemangsa, Kelompok Pemburu yang Luar Biasa
(SA)
