Cara Kerja Sistem Pengolahan Air Limbah Kota agar Dapat Dibuang dengan Aman

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengolahan air limbah perkotaan merupakan proses penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Proses ini bertujuan untuk membersihkan air buangan dari rumah tangga maupun industri sebelum dilepaskan kembali ke alam dengan aman. Cara kerja sistem pengolahan air limbah kota mencakup serangkaian tahapan fisik, kimia, dan biologis yang dirancang untuk menghilangkan berbagai kontaminan dan polutan. Simak penjelasan lengkapnya pada uraian di bawah ini.
1. Tahap Pengumpulan Air Limbah
Langkah pertama dalam sistem pengolahan air limbah adalah pengumpulan. Pada tahap ini, air limbah dari berbagai sumber dialirkan sistem pengumpulan terpadu. Dari sini, air kotor akan diteruskan ke instalasi pengolahan air limbah untuk diproses lebih lanjut.
2. Tahap Penyaringan atau Pengolahan Fisik (Primary Treatment)
Ketika air limbah sampai di instalasi, langkah awal yang dilakukan adalah penyaringan fisik. Menurut laman NuWater, air limbah terlebih dahulu melewati saringan kasar untuk menghilangkan benda-benda besar seperti plastik, kain, dan pecahan kaca. Tahap ini penting agar tidak terjadi penyumbatan atau kerusakan pada peralatan di proses berikutnya. Setelah itu, air akan melewati saringan yang lebih halus untuk memastikan partikel berukuran kecil juga tersaring.
3. Tahap Pengolahan Biologis (Secondary Treatment)
Setelah disaring, air limbah dialirkan ke tangki sedimentasi untuk mengendapkan partikel padat yang masih tersisa. Namun, sisa bahan terlarut membutuhkan penanganan lebih lanjut melalui pengolahan biologis atau tahap sekunder. Mengacu pada laman Lakeside Equipment Corporation, ada beberapa metode yang umum digunakan:
Proses lumpur aktif (activated sludge): air limbah dicampur dengan oksigen agar bakteri dapat menguraikan zat organik secara efisien.
Penggunaan filter: sebelum dipindahkan ke penjernih sekunder (clarifer), beberapa instalasi pengolahan air limbah juga menggunakan filter untuk membantu menghilangkan kotoran.
Proses ini juga menghasilkan lumpur yang mengendap di dasar tangki. Lumpur ini kemudian dipompa ke unit pengolahan sebelum dibuang, sementara sebagian kecil dapat dikembalikan ke tangki untuk mempertahankan aktivitas mikroorganisme.
4. Tahap Pengolahan Lanjutan (Tertiary Treatment)
Tahap akhir dari sistem ini adalah pengolahan lanjutan, atau disebut juga pengolahan tersier. Air hasil tahap sekunder dialirkan ke tangki penjernih atu pengendapan untuk penyaringan akhir sekaligus desinfeksi. Tujuannya adalah menghilangkan sisa bakteri, virus, dan parasit agar air benar-benar aman sebelum dibuang ke lingkungan. Menurut laman Bio-Sol, proses ini melibatkan beberapa metode:
Penambahan disinfektan, seperti klorin, untuk membunuh mikroorganisme berbahaya dari air sebelum didaur ulang atau dibuang ke lingkungan.
Penyinaran ultraviolet (UV), yang berfungsi menghilangkan sisa klorin dan merusak DNA bakteri dan patogen lainnya, sehingga mereka tidak dapat bereproduksi.
Baca Juga: Cara Mengamati Daur Air di Lingkungan Sekitar untuk Memperluas Wawasan
(SA)
