Cara Kerja Termometer Digital dalam Pengukuran Suhu

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Termometer digital memiliki kegunaan yang sangat luas, baik di bidang medis maupun nonmedis. Alat ini dikenal karena akurasinya yang tinggi serta kecepatan dalam membaca suhu. Cara kerja termometer digital sendiri didasarkan pada sistem sensor elektronik. Komponen ini berperan dalam mendeteksi panas, mengubahnya menjadi sinyal listrik, hingga menampilkan hasil pembacaan suhu dalam bentuk angka digital. Untuk memahami prosesnya lebih jauh, simak penjelasan berikut mengenai pembacaan suhu pada termometer digital.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Sensor Mendeteksi Suhu
Setiap termometer digital dilengkapi sensor listrik yang berfungsi mendeteksi perubahan suhu. Saat termometer ditempelkan pada kulit atau area tertentu, sensor akan segera merespons panas tubuh. Berdasarkan laman Advanced Energy, beberapa jenis sensor yang umum digunakan antara lain:
Termokopel: Terdiri dari dua logam berbeda yang menghasilkan tegangan kecil saat mengalami perbedaan suhu.
Resistance Temperature Detectors (RTD): Menggunakan logam seperti platinum yang memiliki hubungan linier antara suhu dan resistansi.
Termoresistor atau termistor: Sensor yang resistansinya berubah sesuai suhu.
2. Proses Perubahan Hambatan
Sensor suhu bekerja berdasarkan prinsip perubahan resistansi terhadap suhu. Seperti dijelaskan dalam laman RS Components, di dalam sensor terdapat elektroda logam pada ujung probe yang dialiri tegangan listrik dari baterai. Besar resistansi logam ini berubah sesuai suhu yang diterima.
Ketika logam memanas atom-atom di dalamnya bergetar lebih kuat, aliran elektron terhambat dan resistansi meningkat.
Sebaliknya, ketika logam mendingin, elektron dapat bergerak lebih bebas sehingga resistansi menurun.
Suhu kemudian dihitung berdasarkan besar tegangan yang dihasilkan dari perubahan hambatan tersebut. Arus listrik yang mengalir di antara elektroda logam diukur oleh sistem elektronik atau sirkuit, lalu dikonversi menjadi nilai suhu yang akurat melalui proses perhitungan.
3. Sinyal Dikonversi Menjadi Digital dan Dihitung
Disebutkan dalam laman Electrical Workbook, sinyal yang dihasilkan dari sensor masih berbentuk sinyal analog. Di dalam termometer digital, sinyal ini dikirim ke konverter Analog ke Digital (ADC). Komponen ADC berfungsi mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang dapat diproses oleh sistem elektronik termometer. Setelah menjadi data digital, dilakukan proses perhitungan dan penginterpretasian nilai suhu secara otomatis. Seluruh proses ini berlangsung sangat cepat, biasanya hanya dalam hitungan beberapa detik saja.
4. Hasil Ditampilkan di Layar Termometer
Tahap terakhir adalah menampilkan hasil pengukuran suhu. Setelah proses perhitungan selesai, data suhu digital dikirim ke layar tampilan, biasanya berupa layar LED. Di layar ini pengguna dapat melihat hasil pengukuran suhu tubuh. Angka suhu muncul dalam satuan derajat Celsius (°C) atau Fahrenheit (°F), tergantung pada pengaturan perangkat.
Baca Juga: Cara Kerja Kulkas dalam Mendinginkan Makanan Secara Maksimal
(SA)
