Konten dari Pengguna

Cara Mandi Wajib Setelah Haid beserta Bacaan Niatnya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Olena Yakobchuk/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mandi wajib. Foto: Olena Yakobchuk/Shutterstock

Setelah masa haid, seorang wanita Muslim harus mandi wajib untuk menyucikan diri. Mandi ini penting dilakukan agar ibadah seperti salat dan puasa bisa dijalankan kembali dengan sah.

Dalam artikel berikut akan dijelaskan cara mandi wajib setelah haid yang sesuai dengan syariat Islam. Simak dengan baik supaya mandi wajib yang dilakukan sah, sehingga ibadah lancar tanpa kendala.

Daftar isi

Cara Mandi Wajib setelah Haid

Ilustrasi kamar mandi. Foto: dar44/Shutterstock

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Agama, berikut ini tata cara mandi wajib yang perlu dilakukan oleh setiap perempuan Muslim setelah selesai masa haid.

  1. Membaca niat mandi wajib.

  2. Basuh kedua tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali.

  3. Bersihkan seluruh najis atau kotoran yang masih menempel di tubuh hingga benar-benar bersih.

  4. Lakukan wudhu seperti biasa, mulai dari membasuh wajah hingga membasuh kaki.

  5. Guyur kepala sebanyak tiga kali sambil membaca niat mandi wajib dalam hati.

  6. Siram bagian kanan tubuh tiga kali, lalu lanjutkan dengan bagian kiri juga tiga kali.

  7. Gosok seluruh bagian tubuh, baik depan maupun belakang, agar air merata ke seluruh permukaan kulit.

  8. Bersihkan sela-sela rambut agar air masuk hingga ke pangkalnya.

  9. Pastikan air membasahi dan mengalir ke seluruh lipatan kulit, seperti ketiak, siku, sela-sela jari tangan dan kaki

  10. Hindari menyentuh kemaluan. Jika tersentuh, sebaiknya ulangi wudhu sebelum melanjutkan.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Berikut adalah lafal niat mandi junub yang dapat dibaca sebelum melaksanakannya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala

"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Hukum Mandi Wajib Setelah Haid

Menurut buku Haid dan Kesehatan Menurut Ajaran Islam terbitan MUI, setiap wanita yang telah selesai haid wajib melakukan mandi besar (mandi junub) sebagai syarat sah untuk menjalankan ibadah seperti salat dan thawaf. Perintah ini tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:

يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذا قُمْتُمْ إِلى الصَّلوةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنَّبًا فَأَطْهَّرُوا (٦)

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah" (QS Al-Maidah: 6)

Batas Waktu Mandi Wajib Setelah Haid

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam karya Risidin, mandi wajib setelah haid dilakukan ketika darah haid sudah berhenti, yaitu saat tidak ada lagi darah yang terlihat di area kemaluan. Ini menjadi tanda bahwa masa haid telah selesai dan wanita diwajibkan untuk segera bersuci.

Dalam ajaran Islam, batas minimal keluarnya darah haid adalah sehari semalam (24 jam), sedangkan batas maksimalnya mencapai 15 hari. Jika darah haid berhenti sebelum batas maksimal tersebut, seorang wanita tetap harus melakukan mandi wajib sebagai bentuk penyucian diri untuk bisa kembali menjalankan ibadah.

Baca Juga: Perbedaan Iddah bagi Wanita yang Sedang Haid dan Hamil