Cara Melatih Fokus Anak untuk Memperkuat Konsentrasi Sejak Dini

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemampuan fokus adalah salah satu keterampilan penting yang sangat dibutuhkan anak. Dengan menerapkan cara melatih fokus anak yang tepat, orang tua bisa membantu si kecil dalam memperkuat konsentrasi secara perlahan. Pada artikel ini, kita akan membahas berbagai metode efektif berbasis riset serta praktik terbaik untuk mendukung fokus anak sehari-hari.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Bangun Kebiasaan Secara Konsisten
Konsistensi adalah kunci. Menurut Rayito Schools, membuat jadwal harian dengan kegiatan yang sama di waktu yang sama membantu otak anak mengenali kapan harus fokus. Misalnya, jadwalkan seluruh aktivitas anak, mulai dari waktu tidur, belajar, hingga bermain.
2. Ciptakan Lingkungan yang Tepat
Langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan anak berada di lingkungan yang mendukung. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal of Environmental Psychology, lingkungan yang minim gangguan visual dan audio dapat meningkatkan kemampuan kognitif, termasuk fokus. Berikut beberapa praktik yang bisa diterapkan:
Sediakan Ruang Khusus: Tetapkan satu area di rumah yang tenang dan bebas dari mainan, televisi, atau gadget saat anak sedang belajar atau mengerjakan tugas.
Batasi Penggunaan Gawai: Tentukan waktu khusus untuk penggunaan gadget. Jelaskan pada anak mengapa penting untuk mematikan gadget saat sedang melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi.
Matikan Televisi dan Musik: Saat anak belajar atau membaca, pastikan televisi mati dan musik tidak terlalu keras. Suara latar belakang dapat mengganggu alur pikir mereka.
3. Berikan Permainan yang Dapat Melatih Konsentrasi
Melatih fokus tidak harus selalu serius. Ada banyak permainan seru yang bisa Anda lakukan bersama anak untuk meningkatkan konsentrasi mereka. Dikutip dari Parents, berikut contohnya:
Permainan Balok Susun (Lego atau Jenga): Permainan ini membutuhkan ketelitian dan perencanaan. Anak harus fokus agar balok tidak roboh, yang secara tidak langsung melatih kesabaran dan konsentrasi.
Mencari Perbedaan: Sediakan dua gambar yang hampir sama dan minta anak menemukan perbedaannya. Permainan ini melatih mata dan otak untuk memperhatikan detail.
Tebak Kata atau Puzzle: Puzzle dengan tingkat kesulitan yang sesuai usia anak sangat efektif untuk melatih mereka memusatkan perhatian pada satu tujuan. Permainan tebak kata juga mendorong anak untuk mendengarkan dengan seksama.
4. Cukupi Nutrisi Harian
Nutrisi juga berperan penting dalam kemampuan fokus anak. The Times of India merokomendasikan untuk memberikan protein, karbohidrat kompleks, dan buah-buahan di pagi hari dalam menu sarapan anak. Pastikan anak juga cukup minum air. Selain itu, batasi camilan manis yang menyebabkan sugar rush dan crash.
5. Pastikan Waktu Tidur Cukup
Healthline memberitahukan kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi keesokan harinya. Pastikan anak mendapat tidur berkualitas antara 9–11 jam per malam untuk usia sekolah.
6. Ajarkan Mindfulness dan Bernapas Teratur
Konsep mindfulness atau kesadaran penuh dan bernapas secara teratur juga bisa diajarkan kepada anak untuk membantunya melatih kemampuan fokus. Berikut beberapa metode sederhana yang bisa dicoba menurut PBS Kids:
Latihan Pernapasan: Ajak anak duduk dengan tenang, pejamkan mata, dan minta mereka fokus pada napas. Contohnya, rasakan udara masuk dari hidung dan keluar dari mulut. Latihan ini bisa dilakukan selama 1-2 menit.
Mendengarkan Suara: Minta anak duduk tenang dan mendengarkan suara yang ada di sekitarnya. Tantang mereka untuk menyebutkan suara apa saja yang mereka dengar, seperti suara burung, kendaraan, atau jam.
Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Bakat Anak Sejak Usia Dini Tanpa Paksaan
(NDA)
