Konten dari Pengguna

Cara Membaca Arah Arus Laut untuk Nelayan yang Tepat

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nelayan di laut. Foto: Unsolash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nelayan di laut. Foto: Unsolash

Arus laut merupakan faktor penting dalam menentukan posisi terbaik untuk menangkap ikan. Keterampilan cara membaca arah arus laut untuk nelayan dibutuhkan karena dapat meningkatkan peluang keberhasilan. Pergerakan ikan sangat dipengaruhi oleh alian air sehingga dengan memahami arahnya nelayan bisa memperkirakan lokasi ikan berkumpul. Berikut beberapa panduan yang bisa diterapkan berdasarkan laman Salt Strong Fishing Club dan The Wandering Angler.

Daftar isi

1. Temukan Pusaran Air

Untuk mengetahui arah arus, carilah struktur di laut yang dapat memunculkan pusaran air, seperti bebatuan, tiang jembatan, pelampung perangkap kepiting, atau penghalang lainnya. Pusaran air menciptakan efek berputar-putar pada air yang bergerak lebih lambat, menyediakan tempat istirahat dan jalur makanan bagi ikan. Dengan mengamati arah pusaran, nelayan bisa mengetahui ke mana arus bergerak.

2. Perhatikan Arah Angin

Jika pusaran tidak terlihat, kemungkinan arus sedang bergerak lambat. Dalam kondisi ini, nelayan bisa menjadikan arah angin sebagai acuan untuk menentukan posisi memancing. Namun, penting untuk tidak tertukar antara gelombang dan arus, sebab gelombang hanya memengaruhi permukaan, sementara arus bergerak lebih konsisten dan menggerakkan seluruh massa air.

3. Amati Jalur Transisi Arus laut

Perhatikan zona transisi antara air yang bergerak cepat dan lambat. Ikan sering kali memposisikan diri di sepanjang jalur ini, tempat mereka memiliki akses mudah ke makanan sambil menghemat energi di air yang lebih tenang. Untuk hasil yang optimal, letakkan umpan di sepanjang garis pantai atau area transisi arus.

4. Perhatikan Warna Air Laut

Warna laut bisa menjadi petunjuk penting. Air berwarna gelap biasanya menandakan kedalaman, sedangkan air terang menunjukkan perairan dangkal dengan riak pasir. Gradasi warna antara biru tua dan hijau muda sering kali menandakan titik pertemuan arus, dan lokasi inilah yang sering dipenuhi ikan yang sedang mencari makan.

4. Perhatikan Vegetasi di Laut

Keberadaan gulma atau rumput laut di sepanjang tepi sungai dan laut menandakan aliran air yang lebih lambat, yang dimanfaatkan ikan sebagai tempat berlindung atau beristirahat. Area ini bisa menjadi tempat strategis bagi nelayan untuk menjatuhkan jaring atau pancing.

5. Gunakan Float Tracking, Kompas, dan GPS

Metode float tracking sebagaimana dijelaskan dalam buku Fisika Oseanografi karya Zikri Noer dan Indri Dayana dapat digunakan untuk mengukur arus dengan cara memantau pergerakan pelampung yang dibiarkan bebas mengikuti aliran air laut. Arah pergerakan pelampung kemudian dicatat menggunakan GPS (Global Positioning System) dan dikonfirmasi dengan kompas, sehingga nelayan bisa mengetahui arah arus laut dengan lebih akurat.

Baca Juga: Cara Membaca Indeks UV Harian dan Langkah Perlindungan yang Tepat

(SA)