Konten dari Pengguna

Cara Membaca Label Nutrisi agar Memilih Kemasan dengan Bijak

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
27 Oktober 2025 17:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Cara Membaca Label Nutrisi agar Memilih Kemasan dengan Bijak
Label nutrisi pada kemasan produk penting untuk diperhatikan demi kesehatan. Simak cara membaca label nutrisi agar memilih kemasan dengan bijak berikut ini.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Biasakan Membaca Label Nutrisi pada Produk Makanan atau Minuman. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Biasakan Membaca Label Nutrisi pada Produk Makanan atau Minuman. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Label Nutrisi yang tertera pada kemasan makanan penting untuk dibaca, karena dapat membantu Anda mengidentifikasi asupan yang tepat untuk menjaga kesehatan. Sayangnya, masih banyak yang kebingungan dalam mencerna informasi pada label tersebut. Sebagai panduan, simak cara membaca label nutrisi agar memilih kemasan dengan bijak berikut ini.
ADVERTISEMENT

1. Ukuran Porsi

Sesuai namanya, ukuran porsi atau serving size mencerminkan porsi makanan atau minuman yang biasanya dikonsumsi seseorang. Contohnya, dikutip dari laman CDC, botol soda berukuran 350 ml atau 550 ml diberi label satu porsi.

2. Periksa Total Kalori Per Porsi

Perhatikan jumlah kalori dalam satu porsi makanan atau minuman yang dibeli. Lalu bandingkan dengan jumlah porsi yang Anda makan. Jika Anda makan dua porsi, maka gandakan kalori dan nutrisinya.

3. Batasi Nutrisi Tertentu

Dikutip dari laman American Heart Association, berikut ini nutrisi utama pada label kemasan yang harus dipahami:

a. Lemak

Sebaiknya jangan fokus pada jumlah total lemak, tapi pada jumlah lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Sebab, tidak semua lemak itu buruk untuk kesehatan tubuh.
ADVERTISEMENT
Lemak tak jenuh termasuk nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Dikutip dari Cleveland Clinic, mengonsumsi lemak tak jenuh dalam jumlah sedang dapat menurunkan kolesterol jahat dalam darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung atau stroke.
Sebaliknya, lemak jenuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, sebaiknya hindari makanan atau minuman yang kadar lemak jenuhnya tinggi.

b. Sodium

Label nutrisi kemasan umumnya menunjukkan jumlah natrium atau sodium dalam satu porsi. Sebagian besar natrium yang dikonsumsi manusia berasal dari garam.
Perlu diketahui bahwa batas harian yang direkomendasikan untuk sodium adalah 2.300 miligram. Jadi, carilah makanan atau minuman yang menyajikan sodium di bawah batas tersebut.

c. Gula

Jumlah total gula yang tertera dalam label nutrisi kemasan mencakup gula alami dan gula tambahan. Gula alami merujuk pada rasa manis yang terdapat dalam buah atau susu. Sedangkan gula tambahan meliputi gula merah, madu, sirup, dan sejenisnya.
ADVERTISEMENT
Nah, asupan gula tambahan harus dibatasi hingga kurang dari 10% total kalori harian Anda. Artinya, jika Anda mengonsumsi 2.000 kalori dalam sehari, gula tambahan sebaiknya tidak lebih dari 200 kalori.

4. Dapatkan Nutrisi Bermanfaat yang Cukup

Pastikan Anda mendapatkan cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium, serat makanan, zat besi, kalium, dan vitamin D dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

5. Pahami Persentase Nilai Harian

Persentase Nilai Harian yang tertera pada label nutrisi kemasan menunjukkan persentase setiap nutrisi dalam satu porsi. Jumlah itu merujuk pada total kalori harian yang direkomendasikan, yakni 2.000.
Jika Anda ingin mengurangi asupan nutrisi (seperti lemak jenuh atau natrium), pilihlah makanan dengan Nilai Harian yang lebih rendah (5% atau kurang). Sebaliknya, jika ingin meningkatkan asupan nutrisi (seperti serat), pilihlah makanan dengan NH yang lebih tinggi (20% atau lebih).
ADVERTISEMENT