Konten dari Pengguna

Cara Membaca Naskah Babad Tanah Jawi untuk Pemula, Ini yang Perlu Dipahami

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Membaca Naskah Babad Tanah Jawi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Membaca Naskah Babad Tanah Jawi. Foto: Shutterstock

Babad Tanah Jawi adalah naskah sejarah tentang kerajaan-kerajaan di Jawa. Meskipun isinya kental pengaruh mitos dan pengkultusan, para ahli tetap menerima sebagian naskah ini sebagai referensi untuk sejarah, terutama tentang Kerajaan Pajang hingga masa Mataram Kartasura.

Dikutip dari buku Babad Tanah Jawi: Edisi Prosa Bahasa Jawa susunan Ngabehi Kertapradja, naskah Babad Tanah Jawi ditulis pada masa Mataram Surakarta dan beredar dalam beberapa versi induk. Versi induk pertama adalah Serat Babad Tanah Jawi yang ditulis Carik Braja atas perintah Susuhunan Paku Buwana III.

Versi induk kedua adalah dari Pangeran Adilangu II yang naskah tertuanya tertulis pada tahun 1722. Keduanya ditulis dalam bentuk tembang berbahasa Jawa.

Lantas, bagaimana cara membaca naskah Babad Tanah Jawi untuk pemula? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Memahami Konteks Lahirnya Babad Tanah Jawi

Dikutip dari laman Paper and Glory, sebuah naskah sejarah seperti Babad Tanah Jawi tidak lahir begitu saja. Pasti ada kondisi yang melatarbelakangi terciptanya suatu karya kuno.

Nah, sebelum membacanya, pahami terlebih dahulu konteks lahirnya naskah Babad Tanah Jawi. Sebab hal ini akan memudahkan Anda untuk menafsirkan isinya.

2. Pelajari Bahasa Jawa Kuna

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Babad Tanah Jawi ditulis dalam bahasa Jawa kuna. Jadi, untuk memahami isinya, Anda perlu mempelajari bahasa Jawa kuna terlebih dahulu.

Bahasa Jawa kuna termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, khususnya cabang Melayu-Polinesia. Bahasa Jawa kuna memiliki enam vokal, yaitu (a), (ĕ) /ə/, (e) /e/, (i), (u), dan (o).

Secara umum, pengucapannya dianggap tidak jauh berbeda dengan bahasa Jawa modern. Selain itu, mskipun bahasa Jawa kuno membedakan panjang-pendek vokal pada penulisan, tapi pengucapannya tetap pendek.

3. Memahami Aksara Jawa Kuna

Tidak hanya menggunakan bahasa Jawa, Babad Tanah Jawi juga ditulis menggunakan aksara Jawa. Dikutip dari buku Pedoman Penulisan Aksara Jawa susunan Prof. DR. Darusuprapta dkk, aksara Jawa memiliki kata dasar dan turunan.

Kata dasar ditulis dengan tidak merangkap aksara, kecuali yang aslinya memang ditulis rangkap. Sedangkan kata turunan yang bentuk dasarnya berakhir konsonan akan ditulis rangkap.

4. Membaca Babad Tanah Jawi Terjemahan

Saat ini, naskah Babad Tanah Jawi sudah banyak diterjemahkan oleh ahli. Jadi, pemula bisa langsung membaca versi terjemahan saja agar lebih praktis.

Bahkan, beberapa bukunya sudah tersedia secara gratis di aplikasi Ipusnas. Jadi, siapa pun bisa meminjam dan membacanya. Sebagai panduan, berikut cara meminjam buku Babad Tanah Jawi di Ipusnas:

  • Unduh aplikasi Ipusnas dari Play Store atau App Store di ponsel Anda.

  • Lakukan register jika belum punya akun, atau login jika sudah mempunyai akun.

  • Setelah berhasil login, masuk ke kolom pencarian dan ketik Babad Tanah Jawi.

  • Klik buku yang ingin dipinjam, lalu pilih tombol “Pinjam”.

  • Buku sudah tersedia untuk dibaca.

Baca Juga: Tips Membaca Aksara Pallawa untuk Pemula, Ternyata Bisa Dipelajari!