Cara Membaca Prakiraan Arah Angin Harian yang Tepat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angin selalu bergerak dengan memiliki arah tertentu. Memahami cara membaca prakiraan arah angin harian penting untuk membantu perencanaan aktivitas sehari-hari. Informasi ini banyak dimanfaatkan oleh pelaut, nelayan, pilot, hingga mereka yang berolahraga dengan memanfaatkan angin. Prakiraan arah angin dapat diketahui melalui aplikasi cuaca maupun dengan metode tradisional. Agar lebih mudah memahaminya, berikut panduan lengkap cara membaca prakiraan arah angin yang tepat.
1. Kenali Berbagai Arah Angin
Arah angin menunjukkan dari mana angin bertiup. Pada awalnya, arah ini hanya dilihat dari titik mata angin utama. Namun, seiring perkembangan teknologi, arah angin kini dibagi lebih detail hingga 16 arah. Berikut pembagiannya sebagaimana dikutip dari laman Windy:
4 arah mata angin utama: Utara (N), Selatan (S), Timur (E), Barat (W)
8 arah mata angin: Empat arah utama ditambah lagi dengan Timur Laut (NE), Tenggara (SE), Barat Laut (NW), Barat Daya (SW)
16 mata angin: Selain 8 mata angin di atas, ditambah lagi dengan Utara–Timur Laut (NNE), Timur–Timur Laut (ENE), Timur–Tenggara (ESE), Selatan–Tenggara (SSE), Selatan–Barat Daya (SSW), Barat–Barat Daya (WSW), Barat–Barat Laut (WNW), dan Utara–Barat Laut (NNW)
2. Perhatian Arah Angin
Menurut laman Tempest, arah angin dapat diukur dengan berbagai alat, baik tradisional maupun modern. Beberapa yang umum digunakan antara lain baling-baling angin (wind vane), wind stock, anemometer genggam, hingga sensor angin sonik. Pada peta atau aplikasi cuaca, indikator arah angin biasanya ditunjukkan dengan panah. Ujung panah menggambarkan arah angin bertiup, sehingga mudah untuk diinterpretasikan.
3. Perhatikan Kecepatan Angin
Selain arah, kecepatan angin juga ditampilkan dalam prakiraan. Kecepatan angin adalah jarak yang ditempuh angin dalam suatu periode waktu. Semakin besar angkanya, semakin kuat angin bertiup. Adapun beberapa satuan yang umum digunakan tergantung wilayahnya, meliputi:
Kilometer per jam (km/jam)
Meter per detik (m/s)
Mil per jam (mph)
Knot (kn atau kt)
4. Gunakan Bantuan Aplikasi Cuaca
Dengan perkembangan teknologi, kini prakiraan arah angin bisa diakses melalui aplikasi cuaca yang terhubung di ponsel atau perangkat lainnya. Aplikasi tersebut biasanya menampilkan data lengkap secara visual sehingga mudah dipahami, termasuk peta angin, grafik angin, hingga kode warna yang mewakili intensitas angin.
5. Manfaat Mengetahui Prakiraan Arah Angin Harian
Menurut laman Maximum Weather Instruments, prakiraan arah angin harian memiliki banyak manfaat, di antaranya:
Meningkatkan akurasi peramalan cuaca dan mengurangi risiko kerugian akibat bencana, seperti badai, banjir, atau gelombang tinggi.
Mendukung pengembangan energi terbarukan, misalnya untuk menentukan posisi dan ketinggian turbin angin.
Menjadi pertimbangan penting dalam desain bangunan dan jembatan bertingkat tinggi.
Menjadi acuan pilot dan kapten kapal untuk navigasi, lepas landas, pendaratan, hingga manuver.
Membantu petani menentukan waktu yang tepat untuk menyemprot atau menabur benih tanaman.
Menjadi dasar bagi olahraga angin seperti windsurfing, kiteboarding, dan berlayar, agar tetap aman dan menyenangkan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Gelombang Panas Akibat Perubahan Iklim yang Sering Terjadi
(SA)
