Konten dari Pengguna

Cara Membaca Simbol Sejarah pada Kain Tapis Lampung

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kain tapis Lampung. Foto: Dok. APRIL
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kain tapis Lampung. Foto: Dok. APRIL

Kain Tapis Lampung adalah warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung. Setiap motif dan ragam hiasnya menyimpan makna mendalam yang mencerminkan pandangan hidup, etika, dan status sosial pemakainya. Untuk memahami simbol-simbol yang menjadi identitas dan kearifan lokal ini, berikut cara membaca makna pada kain Tapis Lampung, sebagaimana dijelaskan dalam buku Tradisi Pembuatan Tapis Inuh di Lampung Selatan karya Yudi Putu Satriadi dkk.

Motif Flora: Simbol Kehidupan dan Kesuburan

Motif flora pada kain Tapis Lampung, yaitu bunga dan daun, sering kali diartikan sebagai simbol kehidupan dan kesuburan. Misalnya, motif bunga melambangkan keindahan dan kesuburan tanah Lampung. Penggunaan motif ini dalam upacara adat menunjukkan harapan akan kelimpahan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Motif Fauna Laut: Refleksi Kehidupan Pesisir

Bagi masyarakat pesisir Lampung, motif fauna laut seperti ikan, cumi-cumi, dan teripang menjadi simbol yang penting. Motif ini tidak hanya mencerminkan kehidupan mereka yang bergantung pada laut, tetapi juga menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Motif Geometris: Representasi Struktur Sosial

Motif geometris pada kain Tapis, seperti belah ketupat dan garis diagonal, kerap dikaitkan dengan struktur sosial dan tatanan kehidupan masyarakat Lampung. Motif belah ketupat, misalnya, melambangkan keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan.

Penggunaan motif ini dalam upacara adat menunjukkan pentingnya kestabilan dan keteraturan dalam masyarakat.

Motif Manusia dan Hewan: Simbol Kepemimpinan dan Kekuatan

Motif manusia yang duduk di atas hewan tunggangan, seperti pada pola Tapis Raja Medal, diartikan sebagai simbol kepemimpinan dan kekuatan.

Manusia yang duduk di atas hewan tunggangan diposisikan sebagai penyimbang, sedangkan manusia yang menarik hewan tunggangan diposisikan sebagai Beduwow, sebutan untuk orang yang memikul tanggung jawab dan bekerja keras untuk menjaga kelancaran perjalanan.

Motif ini menggambarkan bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan dalam segala bidang dan mampu menghadapi persoalan dengan baik.

Pola Kain Tapis Kuno dan Maknanya

Selain motif flora, fauna, geometris, dan manusia-hewan, kain Tapis Lampung juga memiliki sepuluh pola kuno yang menjadi ciri khas tersendiri, yaitu:

  • Pola Tapis Jung Sarat: Menampilkan sasab wajik atau belah ketupat. Motif ini mengingatkan pemakainya untuk hidup penuh ilmu, bijak, dan selalu menempuh jalan yang benar.

  • Pola Tapis Raja Medal: Memperlihatkan manusia duduk di atas hewan tunggangan yang ditarik manusia. Pemakainya diharapkan menjadi manusia sempurna secara akal dan moral. Motif ini juga menekankan kemampuan seorang pemimpin dalam segala bidang, baik moril maupun materiil.

  • Pola Tapis Laut Andak: Mirip dengan Raja Medal, tetapi menggunakan benang putih. Simbol ini menekankan bahwa seorang pemimpin harus berhati bersih.

  • Pola Tapis Limar Sekebar: Menampilkan bunga dalam garis diagonal berbentuk belah ketupat. Motif ini mengajarkan pemakainya untuk selalu baik, adil, dan menghormati semua orang.

  • Pola Tapis Laut Linau: Menggunakan ragam hias tumpal, kupu-kupu, dan bentuk geometris. Simbol ini mengingatkan bahwa pengambilan keputusan atau pembentukan lembaga adat harus dilakukan secara sah, dengan minimal empat perwakilan adat.

  • Pola Tapis Pucuk Rebung: Menampilkan tumpal dan tajuk berayun. Tumpal melambangkan kekeluargaan yang erat, sedangkan tajuk berayun menunjukkan dinamika hidup yang naik-turun, tetapi tetap berpegang pada prinsip yang benar.

  • Pola Tapis Bintang Perak: Menggunakan ragam hias bintang dan bunga. Motif ini mengajarkan pemakainya menjadi teladan sekaligus menghargai estetika.

  • Pola Tapis Cucuk Andak: Motif ini mengingatkan bahwa kesuksesan dan kemakmuran seseorang bergantung pada kerja keras, usaha, dan kemampuan menempatkan diri dalam masyarakat.

  • Pola Tapis Kaca: Terdiri dari kaca kecil dan sasab tumpal yang saling bertolak belakang. Motif ini mengajarkan pemakainya untuk menjadi cermin dan teladan bagi orang lain.

  • Pola Tapis Cucuk Pinggir: Menampilkan sasab tumpal di pinggiran bawah kain yang disulam. Ragam hias ini menunjukkan perlindungan, kesucian, dan makna simbolik yang menandakan bahwa kain Tapis bukan sekadar pakaian biasa, melainkan bagian penting dari upacara adat.

Baca Juga: Ciri-Ciri Ornamen Batak di Artefak Kuno, Ini Motif dan Maknanya