Cara Membedakan Batik Lasem dengan Batik Pekalongan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membedakan batik Lasem dan batik Pekalongan bisa dilakukan dengan melihat motif dan warna. Batik Lasem sendiri berasal dari Kabupaten Rembang, sedangkan batik Pekalongan berasal dari Kota Pekalongan. Meski sama-sama berkembang di wilayah pesisir, keduanya memiliki ciri khas visual yang berbeda. Simak penjelasan lengkap mengenai berbagai aspek yang membedakan batik Lasem dan batik Pekalongan pada uraian berikut yang dirangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Idenitas Umum Batik
Berikut adalah identitas umum dari batik Lasem dan batik Pekalongan.
Batik Lasem: Dikenal sebagai karya seni dengan akulturasi budaya Tionghoa, Jawa, dan pengaruh Belanda. Salah satu motif terkenalnya adalah Tiga Negeri, yang merujuk perpaduan tiga budaya sekaligus, termasuk proses pewarnaan yang dilakukan di beberapa daerah, warna merah dikerjakan di Lasem, warna biru di Pekalongan, sedangkan warna cokelat soga berasal dari Solo atau Yogyakarta.
Batik Pekalongan: Menerima banyak pengaruh budaya seperti Arab, India, Belanda, dan Tionghoa. Keragaman budaya ini memperkaya motif serta tata warna batik Pekalongan, sehingga menjadikannya lebih variatif dalam desain.
2. Warna yang Menjadi Ciri Khas
Batik pesisir umumnya memiliki warna-warna cerah sebagai identitasnya. Berikut perbedaan warna yang paling menonjol dari keduanya.
Batik Lasem: Warna paling ikonik adalah merah darah khas Lasem yang dikenal sebagai Getih Pitik. Selain merah, batik Lasem juga menggunakan warna hijau, biru, dan kuning.
Batik Pekalongan: Identik dengan warna-warna cerah dan lembut seperti merah terang, kuning, biru, hijau, violet, hingga oranye. Penggunaan warna gradasi atau lebih dari satu warna juga cukup umum pada batik Pekalongan.
3. Motif Batik yang Paling Membedakan
Motif adalah aspek visual yang paling mudah membedakan karakter kedua batik. Berikut perbedannya:
Batik Lasem: Motif-motif khas batik Lasem antara lain Burung Hong (phoenix), Naga, Sekar Jagad, Watu Pecah yang terinspirasi dari pekerja pecah batu pada masa pembangunan era kolonial, Latoan yang menggambarkan bentuk tanaman laut, serta Gunung Ringgit yang menyerupai gunungan dalam pewayangan.
Batik Pekalongan: Batik Pekalongan banyak mengambil inspirasi dari flora dan fauna. Beberapa motif populernya meliputi Jlamprang yang bercorak geometris dengan pengaruh India dan Arab, motif Liong yang menggabungkan unsur burung phoenix dan naga, motif Pagi Sore yang menghadirkan dua pola berbeda dalam satu kain, serta motif Hokokai yang terkenal rumit dan memenuhi setiap sisi kain.
Baca Juga: Makna Filosofis Batik dalam Budaya Jawa yang Bernilai Luhur
(SA)
